Kerajinan Besek Di Jaten

0 87

Kerajinan Besek Di Jaten

Pasar Jaten di Kecamatan Alian semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Seiring semakin dikenal, pasar yang merapakan pusat jajanan tradisional tersebut semakin ramai dikunjungi warga.

Di tengah situasi ini, perajin besek ikut ketiban berkah. Ya, seiring larisnya makanan, besek yang berfungsi sebagai wadah itupun ikut laris terjual.

Salah satu perajin besek, Sri Surasmi ini salah satunya. Perempuan berusia 42 tahun warga RT 3RW 4 Desa Kalirancang Kecamatan Alian itu sudah menekuni kerajinan besek 20 tahun terakhir.

Di tangannya, bambu-bambu itu dianyam menjadi besek nan cantik. Surasmi menuturkan, butuh ketlatenan dan kehati-hatian saat menganyam besek. Salah satunya saat mengirat (mengiris) bambu menjadi helaian tipis sebagai bahan anyaman. “Kalau gak hati-hati, tangan bisa luka,” katanya.

Untuk membuat besek, Surasmi memotong dan membelah bambu hingga menjadi helaian tipis. Selanjutnya, dianyam menjadi bentuk kotak yang diberi penutup. Semuanya berbahan bambu dan dikerjakan dengan tangan.Untuk satu batang pohon bambu, Surasmi bisa memproduksi 50 hingga 60 besek.

Surasmi menjualnya Rpp 4 ribu perbesek. Sejak adanya Pasar Jaten, permintaan besek meningkat. Setiap harinya, dia mampu menjual 5 hingga 10 buah besek dengan berbagai ukuran. Meski tidak seberapa hasilnya, Sri Surasmi tetap bersyukur. “Ya bisa buat tambah-tambah pemasukan,” katanya.

Source http://www.kebumenekspres.com http://www.kebumenekspres.com/2019/01/perajin-besek-ikut-ketiban-berkah-pasar.html
Comments
Loading...