Kerajinan Bola Futsal Di Majalengka

0 215

Kerajinan Bola Futsal Di Majalengka

Olah raga futsal yang kian banyak peminatnya tak cuma mendatangkan keuntungan bagi pemilik lapangan. Usaha perlengkapan futsal, terutama bola, turut mencicipi gurihnya bisnis olah raga dalam ruangan ini. Permintaan bola futsal belakangan ini kian ramai. Salah satu pengusaha bertutur permintaan bola futsal di pabriknya naik tajam pada tiga tahun terakhir ini. Bahkan ada yang sudah ramai selama lima tahun belakangan.

H.M. Irwan Suryanto, produsen bola futsal Triple S dari Majalengka, Jawa Barat contohnya, merasa berjamurnya lapangan futsal di kota-kota besar menjadi faktor penyebab kian tingginya permintaan bola futsal di perusahaannya. Bahkan, pemain lama di bidang bola sepak ini mengaku, perbandingan produksi bola futsal dengan bola sepak bola, kini, mencapai 9:1.

Maklum, kini, lapangan futsal sudah merebak hingga ke daerah. Klub atau komunitas futsal pun berkembang pesat. Para penggemar futsal sendiri yang akhirnya turut melebarkan pasar bagi bola futsal. Pasar lain yang tak kalah menarik dari bola futsal adalah korporasi. Biasanya, korporasi memesan sejumlah bola futsal dalam rangka pertandingan yang diadakan oleh mereka.

Tak jauh berbeda dengan pengalaman Irwan, Tak heran, omzet produsen bola ini cukup menggiurkan. Sinjaraga Santika Sport milik Irwan, misalnya, mampu membukukan omzet Rp 100 miliar setiap tahun dari jualan berbagai bola. Bola futsal produksi Irwan terbagi dalam dua kualitas: grade A dan grade B. Banderol harga bola mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per buah. Pada dasarnya, bahan bola futsal adalah poliuretan (PU) dan polyvinyl chlorida(PVC). Nah, bola dengan bahan PU relatif lebih mahal karena lebih empuk saat ditendang dan lebih ramah lingkungan. “Adapun bahan PVC cenderung keras saat ditendang dan sulit terurai jika sudah tidak dipakai lagi,” jelas Irwan.

Pada dasarnya pembuatan bola futsal sama dengan bola sepak. Perbedaannya hanya terletak pada berat tiap bola. Berdasarkan standar Federation Internationale de Football Association (FIFA), ukuran bola futsal adalah berdiameter 20 cm dengan berat sekitar 410 gram–440 gram. Selain itu, bola futsal dilapisi dengan busa dakron pada bagian dalamnya agar mudah menggelinding di lapangan dengan rumput sintetis atau lapangan indoor.


Proses pembuatan bola futsal pun tak jauh berbeda dengan bola sepak. Pertama, pola segi lima dibentuk di atas lembaran PU atau PVC dengan mesin cetak potong (cutting). Kemudian pola-pola tersebut dijahit dengan menggunakan tangan. Jahitan tangan diterapkan mengingat bahan PU dan PVC yang relatif keras jadi hanya bisa dijahit menggunakan tangan.

Irwan menyarankan, jika ingin kulit bolanya lebih awet dan bagus, bisa juga melalui tahap laminasi dengan bahan pelapis sejenis plastik agar kulit bola lebih bagus. Setelah tahap pelapisan atau pemotongan maka masuk ke tahap pengecatan atau marking.

Pada tahap ini, kulit bola di cat menggunakan tinta khusus untuk bahan PU dan PVC. Triple S sendiri menggunakan tinta buatan Jepang untuk dilekatkan pada material kulit bola berbahan PU karena alasan tinta lebih menyatu dan awet.

Tahap selanjutnya adalah perakitan. Di tahap ini, bola diberi lapisan busa dakron, atau ban dalam, agar bola lebih empuk dan berat agar bisa menggelinding di lapangan. Baru tahap penjahitan akhir serta pemompaan bola.

Setelah di pompa, bola wajib diuji coba terlebih dahulu untuk mengetahui apakah bisa menggelinding sempurna. “Uji coba biasanya dilakukan dengan mesin tendangan,” jelas Irwan. Terakhir, sebelum dikirim bola-bola tersebut melalui tahap pembersihan dan pengemasan. Lama pembuatan tiap bola rata-rata dua jam–tiga jam. Dedih bilang, kemampuan maksimal tiap karyawannya membuat enam bola per hari. Saat ini, dia mempekerjakan 20 pembuat bola.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id/news/merangkai-untung-dari-usaha-pembuatan-bola-futsal
Comments
Loading...