Kerajinan Boneka Batik Di Bali

0 359

Kerajinan Boneka Batik Di Bali

Mengais rezeki, tidak melulu dimulai dari usaha berskala besar. Lihat saja yang dilakukan AA Sagung Inten, yang berbisnis boneka batik Bali di workshop kecilnya yang terletak di Padang Sambian-Denpasar. Meski dirintis dari workshop kecil, namun ia justru menuai rezeki besar setiap bulannya dari bisnis boneka batik Bali.

Membuat karya boneka dari kain batik Bali, sudah dilakukan wanita yang biasa dipanggil Byang Mangku Hipno ini, sejak 14 tahun silam. Bisnis ini dimulai dari unsur ketidaksengajaan, karena ada pebisnis asing yang memesan.

“Dasarnya saya suka menjahit, maka dengan senang hati saya terima pesanan boneka itu. Saya belajar sendiri, tidak mengambil kursus membuat boneka. Karena sudah ada ‘background’ bisa menjahit, maka proses belajar membuat boneka itu tidak susah bagi saya,” katanya.

Boneka pesanan dari pebisnis asing itu hanya terdiri atas tiga model yakni boneka tokek, kodok dan kura-kura. Setiap ada pesanan, maka Byang Mangku Hipno langsung mengerjakan dengan mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu. Hasilnya, mitra bisnisnya pun tidak pernah mengajukan komplain.

Setelah kerja sama dengan mitra bisnis berlangsung beberapa tahun, Byang Mangku Hipno mulai melebarkan sayap dengan membuat berbagai jenis boneka fauna lainnya. Ada gajah, singa, rusa, kancil, capung, kupu-kupu dan jenis lainnya. Total sekarang ada 80 jenis boneka fauna yang dikerjakan di workshop Byang Mangku Hipno, yang diberi nama Rumah Boneka Creative Bali.

“Kisaran harga boneka minimal Rp 12.500 sampai Rp 275 ribu per boneka. Pemasukan omzet rata-rata bisa sampai Rp 50 juta per bulan,” tuturnya sembari tersenyum ramah.

Boneka ini sengaja menggunakan kain perca batik bali, untuk menjaga agar tidak terjadi ketergantungan bahan baku dari luar. Menurut Byang Mangku Hipno, keseluruhan boneka-boneka itu menggunakan bahan baku kain batik setempat. Kain batik ini biasanya digunakan untuk membuat bed cover, sehingga warna-warnanya cerah dengan motif yang indah.

Menyikapi gencarnya produk boneka dari negara lain yang mulai memasuki pasar Tanah Air, termasuk Bali, membuat Byang Mangku Hipno justru terpacu untuk lebih kreatif. Baginya, persaingan bukan tak sepatutnya disikapi dengan pikiran negatif. Justru bisa membuat pelaku usaha tertantang untuk meningkatkan kualitas produk. Mulai dari bahan baku, teknik menjahit boneka, memperbanyak bentuk, hingga memperluas pasar agar produk boneka lebih dikenal.

“Saya juga konsisten untuk terus menggunakan bahan baku dari kain batik Bali. Ini untuk menjaga agar tidak terjadi ketergantungan bahan baku dari luar, sekaligus agar pelaku usaha kain batik Bali tetap bisa eksis. Kalau bahan isian dalam boneka, memakai dakron. Dulu sempat menggunakan pasir laut,” ujar dia

Source https://bisnisukm.com https://bisnisukm.com/dari-bisnis-boneka-batik-wanita-ini-berdayakan-15-ibu-rumah-tangga.html
Comments
Loading...