Kerajinan Boneka Di Karawang

0 121

Kerajinan Boneka Di Karawang

Setelah lama bekerja menjadi buruh pabrik pembuat boneka, Wasno banting setir dan menjalani bisnis pembuatan boneka sendiri. Selama lebih dari 15 tahun dia menggeluti bisnis boneka, saat ini omzetnya sudah mencapai Rp 400 juta per bulan. Namun persaingan bisnis pembuatan boneka semakin ketat.

Berawal dari keinginan untuk mengubah taraf ekonomi keluarga, Wasno keluar dari pekerjaannya dan memulai bisnis sendiri. Jika dahulu Wasno hanya buruh di pabrik pembuat boneka milik perusahaan Korea di Karawang, kini dia telah mempekerjakan 50 karyawan yang menghasilkan omzet Rp 400 juta per bulan.

Bisnis yang digeluti Wasno saat ini tidak jauh dari pekerjaannya dahulu yaitu boneka. Mulai berbisnis pembuatan boneka sejak 1991, dia mengaku hanya bermodalkan Rp 200.000 dan tiga mesin jahit. “Saya dibantu tiga orang,” katanya.

Tiga orang itu adalah warga sekitar rumah yang sudah dididik untuk membuat boneka. Sebab, saat itu dia menjadikan rumahnya sebagai bengkel kerja pembuatan boneka.

Sebanyak 50 pekerja tersebut dibagi dalam beberapa proses produksi, seperti bagian pola, menjahit, mengisi, membuat aksesori sampai pengepakan. Setidaknya 300 hingga 400 boneka bisa diproduksi per bulan dengan berbagai ukuran.

Selama dua tahun pertama, Wasno menjual boneka dengan keliling, terutama di kereta ekonomi yang berhenti di Stasiun Cikampek. Tak lama kemudian dia menjadikan rumahnya tak hanya sebagai bengkel kerja namun juga toko penjualan. Dengan toko yang menetap, para pelanggan bisa langsung memesan dengan datang ke rumahnya.

Ia bercerita, mayoritas pelanggan yang datang ke rumahnya adalah pembeli boneka saat dia menjajakan langsung di kereta. “Mereka biasanya bertanya dahulu ke orang-orang, kemudian mereka datang ke rumah,” kata Wasno. Karena itulah, menurut Wasno, usahanya besar karena promosi dari mulut ke mulut

Saat ini, pembeli yang datang ke tokonya sebagian besar adalah pedagang yang ingin menjual kembali boneka ke Medan, Lampung, Yogyakarta, dan Jakarta. Untuk pasar Jakarta, pedagang yang kerap membeli ke tempatnya adalah pedagang Tanah Abang, Pasar Baru, dan Ragunan.

Rata-rata pelanggannya adalah pedagang kaki lima. “Orang kaya membeli boneka di mal, masyarakat menengah bawah beli boneka di kaki lima. Di situlah pasar terbesar saya,” kata Wasno.

Source https://wirasmada.wordpress.com https://wirasmada.wordpress.com/2011/08/31/wasno-dulu-buruh-sekarang-juragan-boneka-yang-punya-50-karyawan/
Comments
Loading...