Kerajinan Boneka Kaos Kaki Di Bantul

0 174

Kerajinan Boneka Kaos Kaki Di Bantul

Di tangan perempuan Lia Nirawati, kain penutup kaki atau kaus kaki bisa disulapnya menjadi boneka lucu bernilai jual tinggi. Boneka dengan beragam karakter itu ada yang ia ciptakan sendiri tetapi ada yang mengadopsi dari karakter kartun yang telah ada.
Ide untuk membuat boneka kaus kaki muncul pada Januari 2010. Namun jauh sebelumnya, kreativitas kerajinan tangan yang sudah tertanam dari perempuan asal Mojokerto ini dimulai dari kain flanel pada 2008. Karena mengalami kendala dalam pembuatannya, ia pun mencoba mencari material lain yang belum banyak digeluti kreator boneka di Jogja.
Berawal dari melihat salah satu blog luar negeri yang membuat kerajinan tangan berbahan kaus kaki, ia kemudian menerapkannya. Alhasil, produk pertama berupa boneka kucing dan monyet pun laku terjual oleh wisatawan asing yang datang ke Jogja. Sejak saat itu, Lia pun mulai memfokuskan diri dalam pembuatan boneka kaus kaki.
“Kelebihan kaus kaki itu melar jadi tidak perlu pakai dimensi. Kalau katun, harus bikin volumenya biar bisa bulat, tapi kalau kaus kaki, kalau kita isi pun bisa dibentuk tiga dimensi,” kata Lia.
Biasanya untuk satu boneka, ia membutuhkan sepasang kaus kaki. Namun besar kemungkinan ia menggunakan beragam motif dan warna kaus kaki untuk mempercantik karyanya. Terkadang, ada pula customer yang memesan boneka dengan sentuhan warna yang bervariasi.
Oleh karena itu, jika customer menginginkan repeat order seperti model boneka sebelumnya, hanya bisa dilayani dari segi bentuknya, sementara untuk warna dan motif tetap mengikuti stok bahan yang ada.
Nilai jual boneka dengan label Neygadabra ini cukup tinggi, yaitu mulai Rp75.000 sampai Rp250.000. Berbagai macam karakter ditawarkan. Ada karakter manusia lucu, monster bernama Mocto, Nyunyun, dan Mones, serta bentuk binatang dan kartun yang tenar di dunia anak-anak.
“Kebetulan saya lulusan Desain Komunikasi Visual ISI Jogja jadi suka gambar monster. Lalu saya banyak bikin monster, tapi juga saya nggak idealis dengan hobi saya. Saya juga baca pasar yang suka boneka manusia lucu dan hewan,” katanya.
Omzet dari bisnis ini cukup menjanjikan. Dalam kondisi sepi pemesan pun, Lia bisa mengantongi omzet Rp25 juta per bulan dan saat peak season bisa sampai Rp40 juta.
Usaha kreatifnya itu telah mampu menjadi sumber penghasilan bagi beberapa ibu rumah tangga di sekitar rumah produksinya, Dusun Keloran RT 4 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Empat orang berstatus karyawan tetap, tugasnya memproduksi boneka.
Sementara beberapa lainnya sebagai tenaga borongan bertugas mengisi dakron dan sulam muka. Sesuai labelnya Neygadabra, ia ingin usahanya ini membawa keajaiban baginya dan orang lain. Selain boneka, ia juga mulai berkreasi membuat kerajinan lainnya seperti kantong HP yang dikombinasikan dengan kain jenis katun dan lainnya.
Source https://www.wahanabogor.com https://www.wahanabogor.com/2016/11/kisah-sukses-lucu-dan-imut-boneka-dari.html
Comments
Loading...