Kerajinan Boneka Lumut Di Bandung

0 185

Kerajinan Boneka Lumut Di Bandung

Merintis bisnis sejak muda sedang jadi tren. Ini juga yang dijalani Faldi Adisajana, memulai bisnis boneka lumut sejak duduk di semester 5 Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran.

Faldi terinspirasi dari Kokedama alias teknik menanam dengan media lumut yang lahir di Jepang. Boneka lumut yang dibuat Faldi awalnya memanfaatkan lumut yang ada di hutan dan tanah di sekitar rumahnya. Boneka lumut racikan Faldi menjadi pelopor tanaman hias lumut berbentuk bola yang ada di Indonesia.

“Dan di situ saya bikin lagi terinspirasi dari Jepang Kokedama di mana koke itu lumut dan dama itu bola, saya kalau di Jepang menggunakan tanaman bonsai dijadikan lumut. Saya buat inovasi pertama di Indonesia bahkan di dunia itu boneka lumutnya,” ujar Faldi kepada¬†detikFinance, awal bulan ini.

Sebelum memulai bisnis boneka lumut, Faldi awalnya sempat mencoba peruntungan dengan menjual tanaman hias Succulent dan Kaktus yang ditempatkan di pot kayu. Namun, karena resposns masyarakat dirasa kurang saat dipamerkan di Event Car Free Day Dago, Faldi banting setir menjajal bisnis boneka lumut.

Bisnis boneka lumut ini diberi label Planter Craft. Dalam merintis Planter Craft, Faldi mengeluarkan modal awal yang terbilang sangat kecil yaitu Rp 200.000. Modal tersebut diakali Faldi dengan memanfaatkan lumut dan tanah yang ada di sekitar rumanya.

 


“Ambil lumut gratis di hutan tanah mudah dicari ada tanah dibuat. Pada saat itu masih riset sedikit bagnet lah kalau Rp 100.000-Rp 200.000 segituan,” kata Faldi, yang pernah meraih juara II Wirausaha Muda Mandiri pada Maret 2016, kategori mahasiswa di bidang usaha kreatif.

Dalam membuat boneka lumut nan lucu ini, Faldi sedikit menceritakan caranya saat berincang dengan detikFinance. Untuk membuat boneka lumut dibutuhkan beberapa material seperti tanah, serabut kelapa atau coco peat, kerikil, dan tentunya lumut.

Seluruh material tersebut dibentuk menjadi satu kesatuan dengan material lumut direkatkan paling akhir menggunakan benang jahit tipis.

Sebagai aksesoris tambahan, di bagian atas bola lumut tersebut ditambah beberapa ornamen hiasan seperti tanaman anggrek hingga kaktus. Setelah berbentuk bola, kemudian ditambahkan hiasan mata agar menyerupai boneka. Tidak hanya itu, kabel juga digunakan untuk membentuk tangan dan kaki agar menjadi boneka lumut nan lucu.

Boneka lumut buatan Faldi bisa ditaruh di dalam dan di luar ruangan. Perawatan tanaman lumut ini juga terbilang mudah hanya cukup merendam boneka lumut di dengan air sekitar 3-5 menit setiap minggunya.

“Perawatannya karena tanaman hias ini enggak butuh air banyak dan seminggu cukup direndam sampai meresap biar airnya meresap sampai ke akar,” ujar Faldi.

Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan lumut, Faldi menjalin kerja sama dengan pemasok lumut dari petani di Tangkuban Perahu, Lembang. Faldi juga memberdayakan anak-anak panti asuhan dalam membuat boneka lumut.

Boneka lumut buatan Faldi ramai dipesan dari berbagai daerah di Indonesia. Boneka lumut ini juga sudah banyak dipajang di etalase Carrefour di Kota Bandung. Bahkan mahasiswa yang sudah memasuki tahun akhir ini juga sempat mengikuti pameran di Thailand hingga Korea Selatan (Korsel) mewakili Indonesia.

Setiap bulannya, pesanan boneka lumut buatan Faldi mencapai 1.000 buah. Pesanan ini di antaranya merupakan pesanan untuk souvenir pernikahan. Faldi juga melayani dekorasi ruangan dengan boneka lumutnya, baik dengan sewa maupun beli.

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/solusiukm/d-3418815/bisnis-boneka-lumut-pria-ini-raup-omzet-hingga-rp-50-jutabulan
Comments
Loading...