Kerajinan Bordir Khas Aceh Di Desa Ule Madon

0 226

Kerajinan Bordir Khas Aceh Di Desa Ule Madon

Kalau anda melintasi perjalanan darat melewati Kabupaten Aceh Utara. Tentunya anda akan melewati Gampong (desa) Ule Madon dan Aron di Kematan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Letak lokasi kedua gampong ini persis di Jalan negara Medan – Banda Aceh yang berjarak sekitar 35 km arah Barat Kota Lhokseumawe.

Desa Ule Madon dan Aron di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara saat ini dikenal sebagai gampong kerajinan bordir Aceh. Di desa tersebut terdapat beberapa lokasi usaha kerajinan bordir Aceh. Produksi kerajinan itu sendiri kini sudah dipasarkan ke sejumlah wilayah di Provinsi Aceh hingga ada yang di ekspor.

Kerajinan bordir itu sendiri tumbuh berkembang awalnya secara turun temurun dalam masyarakat. Tetapi kini telah tumbuh menjadi industri kecil menengah yang dapat menyerap tenaga kerja lokal. Sehingga usaha kerajinan tersebut dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat.

Salah satu usaha kerajinan bordir Aceh, Bungong Roza” yang dimulai sejak 1995 lalu. Kini telah mempunyai sekitar 65 tenaga kerja yang setiap hari memproduksi berbagai jenis hasil kerajinan. Seperti tas dari berbagai jenis dan ukuran, dompet, sajadah, alas meja serta lainnya yang bercorak bordir khas Aceh.

Setiap bulan, rata-rata hasil produksi kerajinan ini mencapai 2.000 lebih hasil kerajinan. Produksi hasil kerajinan itu sendiri di pasarkan ke sejumlah pedagang yang ada di Banda Aceh, Bireun, takengon, Lhokseumawe, Langsa. Bahkan ada yang keluar Aceh, seperti Sumatera Utara dan juga Jakarta.

“Hasil produksi sejauh ini kita pasarkan pada sejumlah pedagang di bbeberapa kota di Aceh. Termasuk keluar daerah, dan juga ada yang di ekspor melalui rekanan yang ada di Jakarta,”ungkap Nurbaiti pemilik usaha bordir “Bungong Roza” Gampong Ule Madon, Muara Batu, Aceh Utara kepada wartawan koran ini.

Sambungnya, setiap bulannya, mereka menghabiskan bahan pembuat tas mencapai 20 gulungan kain jenis prada hujan. Bahan lainnya yang dibutuhkan adalah, benang yang juga mencapai 30 gross serta asesoris lainnya serta puring, krah dan puring dan asesoris lainnya.

“Bahan yang kita pakai untuk produksi lokal saat ini lebih diminati dari jenis prada hujan. Sedangkan untuk pesanan barang untuk ekspor, biasanya memakai bahan jenis Japan drill. Bahan ini lebih bagus memang dan harganya juga lebih mahal,”ungkap istri dari Saifuddin yang merupakan pimpinan usaha bordir.

Untuk pemasaran, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, instansi swasta maupun sejumlah pedagang. Bahkan kini promosi juga dilakukan lewat internet dengan membuka web site sendiri yang dapat diakses langsung, yakni www.tasbordiraceh.com.

Dalam menghasilkan berbagai jenis kerajinan, bordir Bungong Roza mempunyai 55 orang wanita yang melakukan jahitan bordir, yakni dari pemotongan pola hingga menjahit bordir. Selain itu ada 10 pria yang khusu melakukan perakitan/pemasangan hasil jahitan dan asesoris menjadi tas, dompet dan lainnya dari berbagai jenis.

Untuk mempromosikan usaha kerajinan mereka, pemilik usaha juga intens mengikuti sejumlah pameran. Termasuk event olahraga dan seni di tingkat daerah maupun nasional.

Source https://rencongpost.com https://rencongpost.com/melihat-keindahan-bordir-khas-aceh-di-desa-ule-madon/
Comments
Loading...