Kerajinan Bordir Unik Di Kudus

0 141

Kerajinan Bordir Unik Di Kudus

Memiliki hobi membordir sejak usia anak-anak membawa Siti Khalimah (48) menjadi pengusaha bordir sukses hingga saat ini. Tak hanya membordir kerudung atau mukena, namun juga mengaplikasikannya ke berbagai media. Di antaranya baju kebaya, sepatu, tempat gelas, kotak tisu dan lainnya.

Siti mulai belajar bordir sejak tahun 80-an, sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar dengan bermain ke rumah tetangganya yang saat itu memiliki usaha bordir yang cukup besar. Usai pulang sekolah, Siti kecil datang ke rumah tetangganya untuk melihat cara membordir. Kemudian ia pun mempraktikkan sendiri dengan mesin jahit yang tidak dipakai. Sesekali ia juga diajari membordir halus oleh pemilik usaha.

Melihat Siti yang rajin dan tekun dalam upayanya bisa membordir, pemilik usaha memberikan tugas untuk Siti membuat kerudung bordir yang sederhana. Tak disangka hasil karya anak usia Sekolah Dasar itu bagus dan layak jual. Dari situ Siti kerap menerima order membordir kerudung dan mendapat imbalan.

”Masih kecil senang diberi uang dari hasil sendiri. Apalagi saat itu perekonomian orang tua juga sulit, sehingga jarang memberi uang jajan. Karena adik-adik saya juga banyak,” ungkapnya.

Kegiatan bordir tersebut ia tekuni hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), bahkan saat itu ia pun tak hanya lihai membordir kerudung tapi juga sudah mampu membordir mukena. Namun setelah itu, Siti mulai mandiri membuat kerudung bordir. Masuk SMK atau SMEA pada saat itu, Siti belajar pemasaran dan manajemen. Hal itu guna menunjang usahanya yang sudah mulai berjalan. Kemudian Siti pun melakukan titip jual ke beberapa toko busana di Kudus.

”Dari hasil jualan itu, saya bisa kuliah. Saya juga memiliki tekad meski anak petani, saya harus bisa menempuh pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sempat berhenti membordir ketika kuliah di IKIP Semarang. Namun ketika libur dan pulang ke Kudus, Siti kembali membordir dan menjualnya. Sekitar dua tahun bernaung pada sebuah merk atau brand yang terkenal dan besar lebih dahulu, kemudian Siti membuka usaha sendiri pada tahun 1995 yang ia beri nama ”Alima Embroidery” yang bertempat di kediamannya Karangmalang, Kudus, Jawa Tengah.

”Berawal menitipkan karya kerajinan bordir ke pengusaha yang telah memiliki nama, dari situ juga banyak konsumen yang tau produk buatan saya dan kemudian memesan langsung pada saya. Dari situ saya mulai percaya diri, bahwa produk saya juga bagus sejajar dengan bordir yang sudah ada lebih dulu. Saya pun kerap ikut pameran taraf nasional di Jakarta seperti Inacraft beberapa kali,” papar Siti yang kini juga sebagai Kepala SMK NU Hasyim Asy’ari, Sudimoro, Gebog, Kudus.

Source https://bisnisukm.com https://bisnisukm.com/tekuni-hobi-sedari-kecil-kini-serius-bisnis-bordir-di-kudus.html
Comments
Loading...