Kerajinan Bros Aruna Di Pekalongan

0 133

Kerajinan Bros Aruna Di Pekalongan

Kain perca atau kain sisa berhasil disulap oleh Erni Budiarti, warga Desa Sijambe, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, menjadi ladang bisnis kerajinan tangan. Bahkan, pemasarannya telah menembus pasar Singapura dan Malaysia.

Bermula tahun 2011 lalu, ketika Erni Budiarti menjual kain batik milik orang tuanya di Pasar Beringharjo Jogjakarta. Kala itu, banyak potongan kain sisa atau kain perca yang dibentuk menjadi bunga-bunga kecil atau bros oleh perajin aksesoris di Pasar Beringharjo. Kemudian ditempelkan pada baju baju yang terbuat dari kain batik. Hasilnya lebih indah dan tentu harganya pun menjadi lebih mahal, karena ditambahi aksesoris bros berupa bunga-bunga kecil dari kain perca.

Lantaran kerap melihat perajin membuat bros tersebut, akhirnya Erni yang sarjana komunikasi dari Universitar Muhamadiyah Yogyakarta (UMY), belajar sendiri membuat bros dari kain perca dan manik-manik. Namun bros karya Erni, bukan untuk aksesoris baju, namun aksesoris pada hijab.

Bahkan, aksesoris dengan bahan kain perca dan manik-manik karya Erni tersebut bisa dijual kepada beberapa temannya, dengan harga Rp 10 ribu per bros. Ada juga yang dijual di Pasar Beringharjo dan pasar kerajinan lain di Jogjakarta.

“Pertama kali saya membuat bros, dari modal Rp 30 ribu. Kemudian saya belikan bahan manik-manik, ternyata bisa menghasilkan Rp 500 ribu. Hasilnya, bisa lebih dari 50 bros dalam waktu seminggu. Lantas bros pertama karyanya, dijual melalui facebook,” ungkap Erni.

Source http://radarsemarang.com http://radarsemarang.com/2017/03/31/bros-aruna-dari-bahan-kain-sisa-beromset-jutaan/
Comments
Loading...