Kerajinan Bros Cantik Di Surabaya

0 220

Kerajinan Bros Cantik Di Surabaya

Menjadi pekerja sekaligus menjadi pelaku usaha UMKM ternyata bisa dilakoni oleh perempuan yang satu ini. Disamping masih aktif menjadi juru warta disebuah tabloid yang terbit di Surabaya, istri dari Achmad Setyoadi ini juga getol menjadi wirausahawan kecil-kecilan menyeriusi usaha yang berawal dari hobinya sejak dulu.

Dimata Rere Nia Achmad, jarum, benang dan kain perca bisa mencuri perhatiannya ketika ia penat dengan pekerjaannya. Meski bukan penjahit, tapi wanita yang pernah menulis buku Kisah Klasik Penyandang Disabilitas yang digagas oleh Peduli Difabel ini juga mahir mengubah guntingan-guntingan kain perca yang ada menjadi bentuk bros yang cantik. 

Ketika disinggung mengapa ia masih melakoni kegiatan mencari uang meski sudah memiliki penghasilan tetap tiap bulan, perempuan berzodiak Aquarius ini mengaku ingin mendapatkan tambahan penghasilan disamping mendapatkan penghasilan dari pekerjaan rutinnya sebagai kuli tinta saat ini.

Ide memulai usaha pembuat bros ini dimulai pada 19 September 2012 silam. Waktu itu ia ingin membuka bisnis online tanpa modal awal. Dia pun membangun butik virtual yang kala itu dikhususkan untuk menjual busana muslimah dan anak-anak melalui alamat blog di http://raniasuit.blogspot.com. Butik online itu diberi nama Rania yang memiliki arti cantik, di Surabaya, Jawa Timur. Selain itu Rania juga merupakan kependekan dari namanya sendiri Radian R. Nia. Di butik ini, ia hanya menjadi perantara penjualan dari pemilik merek busana itu. Jika ada penjualan dari butiknya barulah ia mendapatkan keuntungannya.

Sayangnya perempuan yang juga terlibat dalam penulisan buku Entrepreneur Story hasil kompetisi menulis di Es Teler 77 ini tidak memiliki keahlian dalam berniaga dan menawarkan barang-barang dagangannya. Beruntunglah ia punya sahabat yang membantunya. Dari sahabatnya yang bernama Agustina itulah Rere mengaku banyak belajar berbinis. Mulailah ia menjadi reseller dari salah satu merek busana muslimah.

Rupanya, blog Butik Online Rania mendapat respon positif. Butik ini banyak dikunjungi orang. Agar lebih bervariatif lagi barang-barang di butik onlinenya itu Rere pun menambah barang dagangannya dengan menjual bros-bros hasil karya teman-temannya. Lamban laun, Rere terpikir untuk memajang bros handmade-nya sendiri. Berbekal dari seringnya ia melihat cara membuat bros dari buku-buku dan berekperimen membuat bros sendiri maka munculah pemikiran untuk menjual bros buatannya itu. Dengan modal Rp 50.000 ia mulai kulakan bahan aneka kain untuk bahan membuat bros. Beruntung Rere memiliki ibu yang rajin mengumpulkan kain sisa dari menjahitkan baju. Ia juga memiliki seorang budhe yang bekerja sebagai penjahit, sehingga sisa kain perca bisa dihibahkan padanya. Dengan begitu biaya bahan untuk membuat bros lumayan tersedia.

Source http://bekerjamerdeka.blogspot.co.id http://bekerjamerdeka.blogspot.co.id/2013/02/rere-nia-achmad-pekerjaan-dan-hobi.html
Comments
Loading...