Kerajinan Bros ‘Mama Aksesoris’ Di Gresik

0 133

Kerajinan Bros ‘Mama Aksesoris’ Di Gresik

Tumpukan kain, benang dan manik-manik tampak menggunung di salah satu sudut ruang tamu, lebarnya hanya lima kali lima meter saja. Tapi, siapa sangka, di ruang yang tak terlalu luas itu lahirlah kerajinan yang indah. Ruang tamu itu terdapat di sebuah rumah di bilangan Jalan Marabahan, Yosowilangun, Manyar, Gresik, milik Sulistya, seorang pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM), Mama Accessories.

Di ruang itulah setiap harinya, wanita berjilbab ini mengolah potongan kain-kain tak terpakai yang dibelinya dari para penjahit gaun dan jilbab, untuk kemudian disulapnya menjadi Bros, aksesoris dekoratif pelengkap gaya busana. Usaha ini dimulainya sejak 2012 lalu, saat itu Sulis sedang dilanda kebosanan kehidupan kantorannya. Ia lalu iseng mencari video soal kreasi-kreasi kerajinan handmade di situs Youtube.

“Waktu di kantor itu lagi sepi, saya browsing-browsing di youtube, akhirnya saya terinspirasi,” ujar wanita kelahiran 9 September 1974.

Terinspirasi dari Youtube, ia kemudian membuat satu varian bros. Dipasarkanlah pada teman dan tetangga sekitar rumah. Tak disangka produknya dapat tanggapan bagus.

Kemudian ia mencoba memproduksi kembali brosnya, dengan bermodal Rp 200 ribu saja, uang itu digunakannya untuk belanja manik-manik, dan kain. Tak disangka, bros kreasinya pun kembali laku.

“Semuanya saya kerjakan dengan tangan saya sendiri, handmade, karena saya tidak punya mesin. Tapi, alhamdulillah, ternyata laku dan dapat tanggapan bagus,” ujarnya. Sulis mengaku, ia tak pernah belajar secara khusus soal membuat bros. Hobi jahit-menjahitnya, ujar dia sudah ada sejak usianya menginjak Sekolah Dasar.

“Waktu SD itu saya sering bikin boneka dari kaos kaki, dari sumbu kompor, terus untuk baju bonekanya, saya minta kain perca ke tetangga, saya jahit-jahit sendiri,”

Yang terpenting kata dia, membuat suatu produk itu haruslah menjaga kualitasnya, buat serapi mungkin.

Soal kendala, ia punya cara sederhana menghadapi tren gaya busana yang terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun, cukup lihat Youtube, ujar dia. “Supaya gak monoton gayanya gitu-gitu terus ya cukup lihat di Youtube, itu cara saya mengikuti perkembangan agar desain tetap up to date,” ujar ibu dua orang anak ini.

Source https://www.ngopibareng.id https://www.ngopibareng.id/timeline/mama-accessories-kerajinan-bros-yang-bermula-dari-ruang-tamu-4431063
Comments
Loading...