Kerajinan Bubu, Alat Tangkap Tradisional Di Seluma

0 271

Kerajinan Bubu, Alat Tangkap Tradisional Di Seluma

Alat tangkap ikan tradisional, Bubu, mungkin sudah sangat jarang ditemukan saat ini dan mulai digantikan dengan alat tangkap ikan yang lebih modern. Kendati demikian, Jemli Warga Desa Dermayu Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma, masih eksis menekuni usaha pembuatan Bubu.

Jemli menekuni usaha ini sejak tahun 2009. Menangkap ikan dengan Bubu menurutnya merupakan kebiasaan yang sudah dijalankan turun-temurun oleh masyarakat desa setempat. Bahkan masyarakat mampu memproduksi Bubu sendiri untuk kebutuhannya sehari-hari.

Jemli mengungkapkan untuk menyelesaikan sebuah Bubu membutuhkan waktu antara satu hingga dua hari. Bubu yang diproduksinya dijual hingga ke luar daerah lingkup Provinsi Bengkulu. Untuk satu Bubu dihargai Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu.

Menurut Jemli, karena daerahnya belum begitu dikenal, hasil penjualan Bubu juga tidak bisa diharapkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarganya. Ditambah lagi bermunculannya alat tangkap yang lebih modern, yang membuat pembeli beralih mulai meninggalkan Bubu. Jemli mengaku dalam sebulan hanya mendapatkan keuntungan bersih Rp 350 ribu.

“Penjualan sebulan biasanya sampai Rp 600 ribu, tapi kalau dihitung bersih hanya Rp 350 ribu. Hasil ini kami cukupkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” lanjutnya.

Dirinya berharap alat tangkap Bubu masih bisa terus eksis sehingga tidak memutus mata pencahariannya. Di samping itu juga dia sangat membutuhkan bantuan modal dan pemasaran dari pemerintah atau pihak terkait seperti perusahaan dalam bentuk dana Corporate Social Responsibility.

“Sejauh ini prospeknya masih bagus. Saya berharap ada bantuan modal, pemasaran hanya dari mulut ke mulut. Usaha Bubu ini sangat membantu perekonomian masyarakat di sini. Kalau tidak dikembangkan, Bubu juga akan musnah,” tutup Jemli.

Source http://kupasbengkulu.com http://kupasbengkulu.com/mengintip-pengrajin-bubu-alat-tangkap-tradisional-yang-makin-dilupakan
Comments
Loading...