Kerajinan Buket Bunga Di Semarang

0 214

Kerajinan Buket Bunga Di Semarang

Pemberian bunga sering dijadikan simbol kasih sayang kepada seseorang. Namun bunga biasanya mudah layu sehingga tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama. Saat ini banyak pengrajin yang membuat inovasi bunga yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah rusak, seperti kertas, pita, kain dan sebagainya.

Wanita yang bernama Lusi Wurandhini warga asal Semarang, Jawa Tengah awalnya memiliki hobi untuk membuat buket bunga yang bahannya berasal dari kain satin dan pita satin. Hobi kreatifnya ini lalu dikembangkannya menjadi peluang bisnis untuk memasarkan buket bunga yang dibuatnya kepada masyarakat secara luas.

Lusi mengaku dengan pemesanan pertamanya itu, untungnya sangat lumayan. Karena itu, dia dan calon suaminya Agin Ginanjar memutuskan untuk terus melanjutkan dan mengembangkan usaha buket bunga ini. Selain itu, Lusi juga menceritakan bahwa dirinya dan calon suaminya memang menyukai pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, sehingga dalam menjalankan usahapun dilakukan dengan sepenuh hati.

Lusi memulai bisnis buket bunganya pada Oktober 2016. Meski terbilang pemula omzet dari bisnis Lusi ini sudah mencapai Rp4-5 juta per bulan. Dia bersama calon suaminya menjalankan bisnis tersebut dengan nama brand Ginka Craft, dan aktif memasarkan produknya di media sosial  dan online.

“Awalnya kami hanya memasarkan dari teman ke teman. Tapi sekarang perkembangan Ginka Craft sudah sangat siginifikan karena kami aktif memasarakan di instagram, facebook, BBM, dan media sosial lain. Kami juga sudah mulai memasarkan di toko-toko online seperti, olx, buka lapak, tokopedia dan shopee.” Imbuh Lusi.

Adapun bahan yang dibutuhkan untuk membuat buket bunga antara lain pita satin, kain satin, kertas, sterofom, karton, kain spundbon atau kain-kain sejenis untuk pembungkus yang dapat memperindah buket bunga, serta tambahan aksesoris. Sedangkan varian produk yang diproduksi Ginka Craft sendiri ada buket bunga satin dan paper flower.

Buket bunga satin ada dua tipe buket bunga satin untuk keperluan standar (wisuda, pendadaran, kado untuk orang tersayang, dan lainnya), dan buket bunga satin untuk keperluan wedding. Pengerjaan untuk masing-masing tipe ini mempunyai teknik tersendiri, karena keperluannya yang memang beda.

Untuk buket wedding pengerjaannya lebih kompleks dari buket standar. Sedangkan untuk paper flowers sendiri merupakan produk berbahan kertas yang cenderung digunakan untuk dekorasi event, seperti dekorasi ulang tahun, lamaran, dan lain-lain.

Kendala yang dihadapi dalam mengembankan bisnis buket ini adalah lamanya pembuatan buket bunga yang seringkali mengharuskan pelanggag menunggu lama. Namun masalah tersebut sudah bisa diatasi, semakin ke sini semakin mudah dan cepat dalam membuat sebuah produk karena sudah terbiasa. Kendala lainnya adalah masalah ongkos kirim yang sering memberatkan pelanggan, karena jasa pengiriman barang menghitung pengiriman barangnya menggunakan volume.

Lusi optimis dengan semakin banyaknya pengguna media sosial, dan perubahan perilaku masyarakat yang memilih belanja di toko online, dapat membantu pemasaran produk buket bunganya. Dengan hal itu dia berharap akan terjadi peningkatan penjualan, yang berimbas pada omset dan laba bersih Ginka Craft

Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2017/08/wanita-ini-ubah-hobi-membuat-buket-bunga-jadi-peluang-bisnis.html
Comments
Loading...