Kerajinan Bulu Mata Palsu Di Wonosobo

0 253

Kerajinan Bulu Mata Palsu Di Wonosobo

Dari sekian titik di wajah, area mata merupakan salah satu fokus yang biasa diperhatikan oleh perempuan. Salah satu elemen yang mampu menghidupkan riasan mata adalah memiliki bulu mata lentik. Sayangnya, tidak semua perempuan lahir dengan bulu mata yang panjang dan melengkung. Tak heran, mereka kerap menempelkan bulu mata palsu untuk mendapatkan mata cantik dalam sekejap.

Fenomena ini dibidik sebagai peluang bisnis oleh beberapa orang. Mereka menciptakan bulu mata palsu yang terbuat dari rambut manusia. Lantaran terbuat dari rambut alami, bulu mata buatan tangan tersebut nyaman dan aman ketika dipakai. Mereka juga menyediakan aneka bentuk bulu mata palsu dan membungkusnya dengan kemasan nan modern. Alhasil, produk bulu mata palsu tersebut diburu oleh perempuan dari beragam latar belakang.

Salah satu pelaku usaha yang memproduksi bulu mata palsu adalah Devina Antonia Salim. Mengusung merek Silver Swan, perempuan berusia 24 tahun ini merintis bisnis tersebut sejak Oktober 2013.

Ia terjun ke bisnis ini lantaran melihat potensi besar dari sekitarnya. Perempuan asal Wonosobo, Jawa Tengah tersebut beberapa kali berkunjung ke pabrik pembuatan bulu mata palsu milik sang kakak. Di sana, para perajin memproduksi bulu mata palsu buatan tangan (handmade) dalam jumlah besar dan dijual untuk pasar ekspor.

“Bulu mata palsu buatan perajin Purbalingga sangat berkualitas dan bisa dibilang tak kalah dengan merek impor. Saya ingin memproduksi bulu mata palsu agar bisa dinikmati oleh konsumen, khususnya para perempuan, di dalam negeri,” ujarnya.

Sebelum menjalankan proses produksi, Devina terlebih dahulu mencari model-model bulu mata palsu yang sedang tren dan dibutuhkan oleh konsumen dari majalah dan situs mode luar negeri.

Dia membagi bulu mata palsu menjadi tiga tipe, yaitu bulu mata tipis (soft), natural (medium), dan tebal (glamor). Tiap–tiap bulu mata palsu mampu menampilkan efek yang berbeda pada mata konsumen.

Devina memanfaatkan material rambut manusia sebagai bahan baku utama. Menurutnya, rambut asli memiliki kelebihan ketimbang bulu mata sintetis yang dijual di pasar. Alhasil, konsumen lebih senang memakai bulu mata dari rambut asli karena lebih lembut, ringan, dan menyatu dengan mata.

Selain lebih nyaman, bulu mata Silver Swan juga dibuat secara manual menggunakan tangan. Tekstur dan bentuknya dibuat semirip mungkin dengan bentuk bulu mata manusia. “Kami menggunakan lem bulu mata berbahan dasar air dan akrilik sehingga aman untuk mata.”

Devina memasarkan produk Silver Swan melalui media internet. Dia membuat situs dan akun media sosial Instagram. Selain itu, dia juga bekerja sama dengan beberapa salon rias pengantin (bridal salon) yang tersebar di Jakarta, Bandung, Denpasar, dan Samarinda.

Strategi ini terbuksi sukses menarik perhatian konsumen, yakni kaum hawa yang gemar berdandan.

Seiring waktu, bisnis bulu mata palsu milik Devina terus menanjak. Jika dulu hanya memproduksi 750 pasang, dia kini sukses membuat 4.000 pasang bulu mata palsu setiap bulan.

“Saya membuat 19 model bulu mata. 17 model untuk mata atas dan 2 model untuk bagian bawah,” ujar perempuan yang bekerja sebagai desainer grafis ini.

Harga bulu mata palsu Silver Swan dibanderol Rp36.000 per pasang termasuk 1 botol kecil lem. Harga tersebut berlaku untuk semua model. Dari bisnis ini, Devina sukses membukukan omzet hingga Rp60 juta saban bulan.

Source http://entrepreneur.bisnis.com http://entrepreneur.bisnis.com/read/20141118/263/273672/bisnis-cantik-bulu-mata-palsu-handmade
Comments
Loading...