Kerajinan Bunga Hias Di Desa Bejijong

0 57

Kerajinan Bunga Hias Di Desa Bejijong

Perayaan hari valentine yang diperingati setiap 14 Februari, menjadikan pengrajin bungan hias di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, kebanjiran pesanan. Bunga berbahan stocking itu banyak diminati muda-mudi sebagai hadiah kepada pasangannya. Sejak seminggu terakhir, pesanan pengrajin ini naik 50% dibandingkan hari biasa.
Berkah valentine itu dirasakan oleh Tutut Litalin Suhartatik, pemilik galeri bunga hias berbahan stocking di Desa Bejijong. Dibantu 10 orang karyawannya, ibu tiga anak ini sedang sibuk mengerjakan pesanan bunga hias jenis mawar merah. Ya, bunga hias jenis ini paling banyak diminati kalangan muda-mudi sebagai ungkapan kasih sayang kepada pasangannya.

“Menjelang valentine pesanan meningkat sampai 50% dari biasanya. Salah satunya pesanan dari Malang 100 tangkai bunga mawar, juga banyak lagi pesanan dari lokal Mojokerto sendiri,” kata Tutut ditemui wartawan di bengkel kerajinan tangan miliknya.

Banyaknya pesanan, kata istri Zaidi Imron Rosyidi (48) ini, otomatis membuat omzet penjualannya melonjak tajam. Jika bulan sebelumnya rata-rata menghasilkan Rp 15 juta, pada momen menjelang valentine ini Tutut mengaku mampu meraup omzet hingga Rp 22,5 juta.
“Alhamdulillah keuntungan bersih saya 50% dari omzet penjualan, cukup untuk menggaji ibu-ibu rumah tangga yang membantu saya,” ujarnya.
Meski demikian, proses pembuatan bungan hias berbahan stocking ini cukup rumit. Mula-mula kerangka kelopak bunga dibuat dari kawat khusus yang lentur. Kemudian kerangka itu dibalut dengan kain nilon stocking sesuai warna bunga yang dikehendaki.
 Proses dilanjutkan dengan merangkai kelopak bunga menjadi aneka jenis bunga hias. Setelah berbentuk tangkaian bunga, proses dilanjutkan dengan merangkai tangkai bunga pada vas yang sudah disiapkan, Vas yang dipakai pun beragam tergantung pesanan para pelanggan. Mulai dari berbahan keramik, kayu, hingga rotan. Di bengkel sederhana itu, Tutut mampu membuat aneka bunga hias, seperti kamboja, mawar, anggrek, dan tulip.
“Kalau dijual tangkaian harganya Rp 10-12 ribu, sedangkan dalam bentuk rangkaian harganya mulai Rp 100-500 ribu, tergantung besar-kecilnya rangkaian bunga,” terangnya. Tutut menambahkan, pemilihan bahan stocking bukan tanpa alasan. Menurut dia, karakter kain nilon stocking lebih natural jika dipakai kelopak bunga. “Stocking warnanya lebih ke bentuk bunga asli, dibuat bunga macam apa saja bisa,” tandasnya
Source http://www.beritametro.news http://www.beritametro.news/mojokerto/pengrajin-bunga-hias-kebanjiran-pesanan-valentine
Comments
Loading...