Kerajinan Bunga Kering Di Ngabean

0 594

Kerajinan Bunga Kering Di Ngabean

Salah satu perajin di Ngabean, Yogyakarta yaitu Ibu Sudibyo. Ia bercerita, semula dia bersama tiga orang temannya diajak mengikuti pelatihan membuat bunga kering oleh Pak Prapto di Madukismo. Ia dilatih membuat bunga mawar dari kulit buah jagung (klobot) dan beberapa jenis bunga kering lainnya dari aneka bahan natural. Selama tiga hari mengikuti pelatihan, merasa sanggup memulai produksi. Pada produksi pertama, semua bahan disediakan pak Prapto, sehingga harus menjual kepadanya lagi.

Usaha Ibu Sudibyo yang diberi label Anggrek Lestari, mulai menapak sejak tahun 2000. Sekarang dengan 6 orang tenaga borongan, secara rutin memproduksi 7 jenis bunga: bungan anggrek dari bahan biji nyamplung, mawar, tulip, nanas klobot dan lontar, biji-bijian, anggur dan buah naga. Selain bunga kering juga memproduksi jenis kerajinan lain sesuai permintaan pelanggan. Saat ini yang sedang di produksi : lidi hiasan berbalut gajih dari kulit ari pohon waru, souvenir pensil hiasan dan lonceng angin. Kapasitas produksi dalam sebulan mencapai 5.000 – 10.000 pcs untuk bunga kering, lidi hiasan 1.500 pcs dan souvenir pensil hiasan 5.000 pcs.

Harga jual bunga kering dari ibu Sudibyo cukup murah. Mawar ( 1 sampai 3 tangkai ) Rp. 1.000, anggrek nyamplung Rp. 1.000, tulip Rp. 1.000, nanas klobot Rp. 2.000, nanas lontar Rp. 1.500, bunga biji-bijian Rp. 800, anggur Rp. 800, dan buah naga Rp. 1.500. Dari bunga kering saja, bu Sudibiyo dapat meraih omzet penjualan Rp. 10 juta dalam sebulan, dengan tingkat keuntungan 25 %. Dari lidi hiasan yang dipatok ongkos buat Rp. 100 per lonjor, ia mengambil Rp. 20 dan sisanya untuk tenaga kerjanya. Sedangkan souvenir pensil hiasan yang dijual Rp. 650 per batang pensil, saya mengambil keuntungan Rp. 200. Dengan demikian hasil bersih dalam sebulan dapat mencapai Rp. 3,5 sampai 4 juta.

Untuk membuat bunga kering, para perajin di Ngabean menggunakan bahan : daun lontar,klobot, sabut kelapa, biji-bijian (nyamplung, biji karet, buah pinus, blulo, jangkang dan kopeng siwalan), bambu, pelepah pisang, kertas semen, lidi, maringgah, sembung, pasir putih, tali agel dan lem. Hanya daun lontar yang didatangkan secara bersama oleh para perajin dari Tuban Jawa Timur dan Rembang Jawa Tengah. Harga daun lontar satu papahan Rp. 7.000. Bahan lainnya tersedia di wilayah DIY. Sedangkan lidi hiasan berasal dari aren yang telah celup dalam larutan berwarna hitam, kemudia dibalut kulit ari pohon waru.

Untuk membentuk daun lontar dan klobot menyerupai bentuk bunga, umumnya para perajin mengguna kan gunting dan alat solder listrik. Seorang perajin membutuhkan 5 sampai 15 alat solder listrik, tergantung jumlah tenaga kerja yang ada. Alat pelubang, umumnya digunakan bor tembak atau bor dinamo. Umumnya para perajin di Ngabean hanya melayani pelanggan di dalam wilayah DIY saja, sedang yang menjual produksi bunga kering ke luar daerah bahkan dieksport biasanya oleh para pengepul.

Source http://www.bantulbiz.id http://www.bantulbiz.id/id/bizpage_sentra/id-427.html
Comments
Loading...