Kerajinan Cangkir Dari Limbah Bambu Di Wonogiri

0 396

Kerajinan Cangkir Dari Limbah Bambu Di Wonogiri

Di tangan orang-orang kreatif, limbah bambu pun bisa disulap menjadi barang-barang unik dan bernilai ekonomis. Seperti sisa produksi tusuk sate dan lukisan bambu ini yang dibuat menjadi cangkir, lampu belajar dan aneka barang lain. Pancoko, tengah sibuk menyelesaikan beberapa pesanan cangkir bambu dari beberapa pemesannya. Dengan kuasnya, pria berambut panjang ini tengah asyik menyelesaikan proses finishing kerajinan cangkir bambu yang dibuatnya.

“Kalau bikin cangkirnya setengah jam dah jadi. Tapi yang lama itu untuk membuat gagang cangkirnya dan finishing,” kata pria yang akrab disapa Koko ini.

Cangkir-cangkir itu dibuat dari sisa-sisa produksi lukisan bambu yang dibuatnya. Dan juga dari sisa-sisa produksi bambu tusuk sate. Praktis, limbah-limbah itu tidak digunakan dan bisa didapatkan secara gratis. Dengan sentuhan seni, jadilah barang ekonomis. “Yang ada ros-rosnya kan tidak dipakai dan dibuang. Nah, sekarang bisa dimanfaatkan hingga mempunyai fungsi dan nilai ekonomis,” kata Koko saat ditemui di bengkel kerjanya di Lingkungan Pokoh RT 3 RW 3, Kelurahan Wonobowo, Kecamatan Wonogiri Kota.

Sisa-sisa bambu itu oleh Koko bisa dibuat cangkir, lampu belajar, lampu tidur dan vas bunga. Bahkan ukuran yang lebih besar dibuatnya mangkok, teko dan celengan. “Biaya produksi hanya biaya listrik dan finishing saja, karena bahan baku tidak membeli, hanya sisa-sisa,” katanya.

Hasil produksi tersebut dibanderol harga mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu setiap buahnya. Meski hanya memasarkan lewat jejaring sosial dan dari mulut ke mulut, saat ini sudah banyak dipesan berbagai kalangan.

“Ada pengusaha yang pesan satu lusin. Lalu ada juga anggota dewan yang pesan banyak. Biasanya untuk souvenir, kenang-kenangan buat relasinya,” tutur Koko.

Saat ini, Koko masih mengembangkan sisa produksi cangkir bambu tersebut. Pasalnya, banyak sisa hasil bubutan bambu yang sangat sayang jika dibuang. Padahal sangat bernilai ekonomis. “Barang-barang ini dibuat dengan dibubut, nah sisa-sisa bubutan ini masih bisa dimanfaatkan. Saya baru memikirkan untuk membuat briket arang,” katanya.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/radarsolo/read/2018/02/28/53195/di-tangan-pancoko-limbah-bambu-menjadi-barang-unik
Comments
Loading...