Kerajinan Cangklong Di Bandung

0 185

Kerajinan Cangklong Di Bandung

Pipa tembakau atau cangklong pernah menjadi salah satu primadona di Indonesia. Jika dulu kegiatan mencangklong dinikmati kalangan masyarakat pribumi dari kalangan atas, kini cangklong merembet ke generasi muda.

Penggunaan pipa cangklong sudah dikenal sejak tahun 1600-an di Eropa, meski warga asli benua Amerika Utara sudah menggunakannya sejak 1500 tahun Sebelum Masehi. Benda ini turut dipopulerkan tokoh fiksi seperti, Sherlock Holmes, dan Popeye The Sailor Man.

Seperti yang digeluti Tommy Suparman Adikusumah Raden. Pria asal Bandung ini memproduksi cangklong yang diberi nama Artkie Pipes. Berawal dari kegemarannya mencangklong yang juga sudah turun-temurun dari orang tuanya, Tommy memproduksi langsung cangklong di kediamannya.

Rumah milik Tommy di bilangan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, menjadi tempat produksi cangklong yang tidak biasa ditemukan di tempat lain.

Untuk pengerjaan satu buah cangklong, ayah dua anak ini membutuhkan waktu tiga hari. Barang yang sudah jadi biasanya langsung dikirim ke kota tujuan. Para pemesan cangklong dari berbagai kota di Indonesia, kata Tommy, sudah pernah memesan produknya. Bahkan hingga ke luar negeri.

“Semua provinsi sudah pernah. Ke Amerika juga ada yang pesan,” ucap arsitan cangklong tersebut. Ia juga menambahkan, respon pemesan dari luar negeri cukup baik kepadanya.

Cangklong bermerek Artkie buatan Tommy beragam harganya. Mulai dari Rp. 1,5 juta yang bentuknya standar hingga di atas Rp. 3 juta. Mahalnya harga tergantung pada teknik pengerjaan dan model yang diinginkan calon pembeli.

Pada umumnya, lanjut Tommy, calon pembeli cangklong yang datang tidak pernah meminta model. “Jadi, yang datang ke sini nggak pernah minta model. Bagaimana (tergantung) saya. Saya kasih tau seperti ini konsepnya dan bakal begini barangnya, dan mereka mau,” imbuhnya.

Untuk model cangklong yang ia ciptakan cukup beragam. Mulai dari bentuk standar semisal biliar, band atau poker. Tak sampai di situ, cangklong yang ia hasilkan terus dikembangkan dari bentuk dasarnya hingga ke bentuk yang lain.

“Yang paling rumit yang pernah saya kerjakan motif gelung. Bentuknya melilit. Seolah kayu yang dililit padahal nggak. Harganya Rp. 2,5 juta,” kata Tommy yang sudah membuka usaha cangklong sejak 2012 itu.

Source https://beritagar.id https://beritagar.id/artikel/laporan-khas/mengintip-produksi-cangklong-yang-langka-dari-bandung
Comments
Loading...