Kerajinan Cantik Dari Limbah Kulit Penyu Di Nias

0 282

Kerajinan Cantik Dari Limbah Kulit Penyu Di Nias

Nias Utara ternyata memiliki beragam potensi yang bisa digali. Mulai dari perkebunan, potensi objek wisata, budaya dan juga hasil kerajinan tangan (handicraft). Pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-43, Kabupaten Nias Utara menyajikan hasil kerajinan dengan bahan baku kulit penyu. Jika di daerah lain, kulit penyu ini masih menjadi limbah, namun di daerah tersebut, justru dijadikan barang bernilai ekonomis.

Beragam produk ternyata bisa diolah dari kulit penyu ini, bisa berupa kalung, gelang, cincin, kipas, bros, gantungan kunci, tali pinggang (belt) dan beragam jenis lainnya.

Hasil kerajinan ini, ujar Pretty Zega, merupakan hasil karya masyarakat Nias Utara. Namun pemasarannya juga masih terbatas di daerah Nias dan melalui pameran-pameran. Pemasarannya masih seperti sekarang ini, melalui pameran, katanya.

Dari aneka olahan limbah ini, harganya ditawarkan bervariasi. Mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 1,2 juta per produk. Itu kipas yang besar, itu harganya mencapai Rp 1,2 juta. Sekarang ini, untuk mendapatkan kulit penyu pun sudah sulit, terutama sejak terjadinya tsunami di Nias, ujarnya.

Selain olahan kulit penyu, stand ini juga menyajikan beragam produk lain seperti patung-patung, ikan asap ikan tawar, promosi lokasi wisata, pameran budaya, miniatur rumah adat Nias Utara. Pakaian adat ini, biasanya digunakan untuk pesta, dan menyambut tamu, jelas Hadiranto Harefa penjaga stand Nias Utara lainnya.

Dia menambahkan, di stand Nias Utara ini juga alat perang tradisional, kerajinan tangan seperti anyaman tikar, anyaman tempat sirih dan alat musik tardisional dari bambu. Kemudian sambungnya, ada juga batubara. Kita disini ada membawa juga contoh batubara. Ini untuk kita perkenalkan kepada investor yang mau berinvestasi di Nias Utara.

Tempatnya ada di Kecamatan Alasa, Nias Utara, juga di tersebar di beberapa daerah lain, ujarnya. Selain itu, juga ada perkebunan kelapa. Ini kerjasama pemda dengan investor untuk mengelola perkebunan, tambahnya seraya menambahkan, di kabupaten Nias Utara juga ada batu bertelur yang saat ini masih dalam tahap proses penelitian.

Source http://medanbisnisdaily.com http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/04/01/87578/kerajinan_cantik_dari_kulit_penyu/
Comments
Loading...