Kerajinan Canting Batik Cap Dari Kayu Di Pekalongan

0 526

Kerajinan Canting Batik Cap Dari Kayu Di Pekalongan

Canting batik cap biasanya terbuat dari bahan tembaga yang harga bahan bakunya mahal dan waktu pengerjaannya lama. Tetapi berbeda dengan perajin di Pekalongan, mereka membuat canting cap dari kayu.

Para pengrajin batik Pekalongan selalu menargetkan untuk investasi canting cap minimal 3 canting dalam sebulan, sehingga pengrajin akan selalu menghasilkan motif batik terbaru setiap bulannya. Dari canting batik cap yang yang baru dibuat ini, bisa juga dikombinasikan dengan canting cap yang telah ada. Tentunya perpaduan dua canting cap tersebut akan menghasilkan motif batik baru yang sangat indah. Salah satu pemiliknya adalah Santi Di Jl. Molek Baru, Perumahan Villa Bina Griya No. 9, Pringlangu, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Biaya pembuatan canting cap dari bahan tembaga jauh lebih mahal dan membutuhkan waktu yang lebih lama karena harus menempelkan dan membentuk motifnya titik demi titik. Berbeda halnya dengan canting cap dari bahan kayu, seorang pengrajin canting cap kayu dalam satu hari bisa menyelesaikan 3 hingga 5 canting dalam sehari. Bahan kayu yang digunakan untuk pembuatan canting cap ini biasanya menggunakan kayu sengon atau kayu kaso. Kayu ini selain mudah dibentuk menjadi motif batik juga harga bahan bakunya murah. Kayu seperti ini bisa dijumpai dimanapun dan biasanya digunakan sebagai material bangunan untuk membantu bentuk rangka proses pengecoran.

Proses Pembuatan Canting Batik Cap dari Kayu 

Cara pembuatan canting batik cap dari bahan kayu, yang pertama kali harus disiapkan adalah desain motif yang dikehendaki dan digambarkan pada sehelai kertas. Tempelkan kertas desain motif tersebut di atas kayu dengan menggunakan perekat lem. Lakukan penggergajian secara teliti sesuai dengan alur batik yang sudah tergambar. Gergaji yang dipakai bisa dengan menggunakan gergaji triplek. Untuk motif yang ditengah canting, harus dilakukan dengan pengeboran terlebih dahulu sebagai langkah awal dan tempat dimasukkannya mata gergaji.

Proses penggergajian motif canting cap kayu ini dimulai dari tengah, karena bila dimulai dari pinggir akan menyebabkan kerusakan atau patah pada motif yang hampir jadi. Cara menggergajinyapun juga harus hati-hati dan penuh perasaan, karena bila terburu-buru bisa menyebabkan mata gergaji putus.

Setelah semua gambar motif terbentuk dengan proses penggergajian, maka proses berikutnya adalah finishing motif dengan alat bantu pisau cutter. Rapikan semua ornamen motif yang masih terlihat kasar, terutama di bagian sudut ataupun motif-motif kecil.

Langkah terakhir adalah pembentukan gagang canting kayu. Kayu sengon yang telah digergaji membentuk ornamen motif batik, selanjutnya ditempelkan pada kayu multiplek dengan ukuran yang sama. Cara menempelkannya adalah menempelkan bagian belakang canting kayu sengon pada mutpltiplek, dengan menggunakan lem kayu yang diperkuat dengan pembahan sedikit paku pada bagian yang agak luas. Setelah itu dibuat gagang sebagai pegangan canting cap kayu saat digunakan proses pembatikan nantinya. Gagang canting ditempelkan pada permukaan multiplek dengan arah ke atas menggunakan perekat lem kayu yang diperkuat dengan paku.

Source Kerajinan Canting Batik Cap Dari Kayu Di Pekalongan Kerajinan Canting Batik Cap Dari Kayu Di Pekalongan
Comments
Loading...