Kerajinan Canting Pantograf Karya Mahasiswa UII

0 146

Kerajinan Canting Pantograf Karya Mahasiswa UII

Produk batik memang tak selalu merupakan hasil hasta karya seseorang. Kini, untuk mempercepat produksi dalam jumlah banyak, batik dibuat dengan sistem cap. Bahkan, tak sedikit kain batik hasil produksi mesin pabrik. Itu adalah batik massal untuk keperluan komersial.

Batik adalah seni. Nah, bagi golongan yang mengamini hal itu, tentu lebih condong pada batik tulis. Batik yang dipola dan digambar menggunakan pewarna alami. Proses pembuatan batik tulis cukup lama. Untuk kain ukuran standar 2 x 1,5 meter persegi bisa menean waktu hingga sebulan.

Membatiknya sendiri butuh waktu antara seminggu hingga dua minggu. Membatik disini maksudnya, membuat pola, kemudian menutup garis pola dengan cairan lilin sebelum kain dicelup bahan pewarna. Membuat batik tulis butuh ketelatenan. Meski begitu, tak jarang hasil pemolaan menjadi tak konsisten. Ada garis yang tebal dan tipis. Itu justeru menjadi ciri khas batik tulis yang setelah produk jadi harganya jauh lebih mahal dibanding batik cap.

Tingkat kesulitan membuat pola dengan canting cukup tinggi. Itulah yang menyebabkan pembuatan kain batik tulis butuh waktu lama. Tingkat kesulitan membatik itu usteru menimbulkan ide bagi Rizki Ramadhani, mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Islam Indonesia. Rizki membuat alat yang dinamai canting pantograf. Alat itu diyakini bisa mempercepat pembuatan batik tulis.

Selain efisien, hasil pemolaan juga bisa lebih konsisten. Namun tanpa meninggalkan tradisi membatik sebagai warisan nenek moyang yang diakui UNESCO itu. Canting pantograf memadukan teknologi modern dengan pola tradisional. Sepintas, bentuk canting modern ini sama dengan umumnya canting tradisional. Hanya, canting ini dihubungkan dengan gagang panjang yang terkoneksi dengan perangkat elektronik. “Cara kerjanya mengadopsi sistem pantograf yang banyak dipakai untuk menyalin peta,” jelas Rizki.

Pembatik cukup menyalin pola batik yang telah digambar sebagai model, kemudian memproyeksikannya secara cermat ke dalam gambar lain yang lebih besar. Alat canting di ujung pantograf berfungsi layaknya pena yang melukis dan menuangkan malam panas di atas kain yang ingin digambar. Pemanasan lilin malam tak lagi menggunakan arang namun memakai teknologi pemanas dengan arus listrik yang bisa diatur secara otomatis. “Gambar batik yang dilukiskan canting pantograf bisa sangat akurat mendekati modelnya karena ada skala tertentu yang kami gunakan,” ujarnya.

Semangat penciptaan canting pantograf memang untuk meningkatkan peningkatan produksi yang berujung pada berkembangnya industri batik tulis tradisional.

Salah satu nilai efisiensi terbesar diraih karena pengrajin dapat langsung membatik tanpa harus menggambar lagi motif batik secara berulang-ulang. “Berdasarkan studi komparasi yang kami lakukan, canting pantograf dapat memangkas proses dan waktu produksi batik tulis secara signifikan”, lanjut Rizki.

Dalam berbagai simulasi dan uji coba, Rizki meyakini hasil karyanya itu terbukti mampu menghemat waktu membatik. Dalam tempo satu jam, seseorang dengan canting pantograf mampu menyelesaikan pemolaan tiga kali lebih banyak dibanding jika memakai canting kuno. “Penguasaan alat secara baik menjaga konsistensi dan kontinuitas ketika melukis kain,” katanya.

Rizki tak sendirian dalam mencetuskan ide canting pantograf. Bersama dua rekannya, Nabila Noor Qisthani dan Adhe Rizky Anugerah, ide itu spontan muncul dari obrolan ringan tentang mereka terhadap industri batik di Jogjakarta. Membatik dengan canting tradisional membutuhkan keahlian dan waktu yang lama. Sementara, regenerasi pengrajin tradisi batik tulis menyusut.

Di sisi lain, persaingan industri dengan derasnya produk batik murah impor juga semakin mendesak industri batik tulis tradisional. Itulah alasan yang mendasari mereka menelurkan ide cemerlang itu.
Kini, mereka berharap karya canting pantograf bisa diproduksi lebih banyak demi menyokong pengembangan industri batik tradisional di tanah air

Source https://www.radarjogja.co.id https://www.radarjogja.co.id/2014/10/21/mahasiswa-fakultas-teknik-industri-uii-ciptakan-canting-pantograf/
Comments
Loading...