Kerajinan Celengan Hias Karya Mahasiswa UPGRIS

0 141

Kerajinan Celengan Hias Karya Mahasiswa UPGRIS

Perempuan ayu bernama lengkap Retno Ayu Larasati ini, sejak kecil sudah dikenalkan oleh kedua orang tuanya untuk membuat barang-barang kerajinan tangan. Ayura, merupakan lulusan SMK, yang juga diajari keterampilan.

Baru setelah masuk Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2012 dan mendapatkan mata kuliah Psikologi Kewirausahaan, semangatnya untuk memulai usaha tidak terbendung lagi. Hanya bermodal Rp 75 ribu, gadis asal Tulakan, Donorejo, Jepara ini, memulai usahanya. Yakni, bisnis celengan hias. ”Ini tidak sekadar jualan. Celengan hias, berarti mengajak orang untuk menabung,” tuturnya.

Ia pun mempromosikan produk hasil tangannya melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, BBM, dan Instagram. Kini usahanya sudah berlangsung satu tahun. Ayura bersyukur, bisa mendapatkan penghasilan tambahan. ”Sementara ini cukup menjanjikan, banyak yang tertarik. Mungkin banyak orang yang suka menabung kali ya?” tutur perempuan yang memiliki tinggi 161 cm dan berat badan 46 kg.

Keinginannya untuk menjalani usaha memang sudah ia angan-angankan sejak dulu. Perempuan yang lahir pada 28 Januari 1994 ini sempat berhenti setahun untuk tidak kuliah. Ia lulus dari SMK N 2 Jepara pada tahun 2011, tetapi baru masuk UPGRIS tahun 2012.

”Semula saya ingin langsung terjun di dunia bisnis. Selain ingin segera mendapatkan penghasilan sendiri, karena tidak ingin membebani keluarga. Meskipun orang tua saya mampu membiayai kuliah saya,” katanya.

Kendati begitu, atas dorongan keluarga juga akhirnya Ayura melanjutkan kuliah pada Program Studi Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan UPGRIS. ”Mengambil Program Studi BK, karena terinspirasi guru BK saat SMP dulu,” kata Ayura ketika ditanya alasan mengambil jurusan tersebut.

Guru BK yang menginspirasinya tersebut akrab disapa Bu Yuli. Menurutnya, Bu Yuli sangat baik, sabar, dan mampu menjadi teman bagi siswa-siswa. ”Selama ini, guru BK identik dengan anak-anak bermasalah. Padahal seharusnya tidak demikian. Guru BK harusnya menjadi teman bagi siswa yang menghadapi masa remaja penuh gejolak. Tentu saja harus jauh dari marah-marah,” terang Ayura.

Sekarang ia sudah semester V dan menjadi asisten laboratorium BK UPGRIS. Di kampusnya, berbagai kegiatan ia ikuti seperti bergabung di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bimbingan Konseling, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas, dan lainnya.

Menjadi asisten laboratorium BK juga banyak manfaat yang ia dapat. Ia membantu semua kegiatan yang dilakukan di laboratorium, membuat alat peraga. Dari situ ia bisa belajar langsung dari para senior dan dosen.

”Saya mengidolakan RA Kartini, bukan karena dia berasal dari Jepara sama seperti saya. Tapi, Kartini merupakan perempuan yang berani dan mampu mengungkapkan pendapatnya. Hal tersebut tidak banyak dimiliki oleh banyak perempuan bahkan hingga zaman internet seperti sekarang ini,” kata Ayura

Source http://radarsemarang.com http://radarsemarang.com/2015/01/29/bisnis-celengan-hias/
Comments
Loading...