Kerajinan Cikrak Bambu Di Mojokerto

0 361

Kerajinan Cikrak Bambu Di Mojokerto

Saat ini, orang lebih akrab dengan cikrak (keranjang untuk membuang sampah, red) atau pengki dari plastik. Di beberapa model, pembuatnya melengkapinya dengan gagang sehingga lebih praktis saat digunakan. Di tengah gempuran cikrak plastik yang semakin marak, penjual cikrak tradisional yang terbuat dari bambu benar-benar harus berusaha keras untuk memasarkan barang dagangannya.

Salah satunya dialami oleh seorang pria tua, setiap harinya, Sahri selalu berjalan puluhan kilometer sambil memikul sekitar 15 cikrak bambu. Ia menjualnya seharga Rp 25.000 per buah. Meskipun sudah berjalan jauh, tetapi barang dagangan Sahri belum tentu habis terjual. Terkadang, ia harus membawa pulang beberapa cikrak buatannya karena tidak laku. Menurut Adhitya, Sahri akan mangkal di jalan RA Basoeni Mojokerto bila sudah lelah berjalan.

Perjuangan Sahri tulis Adhitya, patut dicontoh oleh generasi muda. Meskipun sudah tua, tetapi ia tetap bekerja keras dan pantang meminta-minta.

“Bayangkan andai mbah Sahri itu bapak kita, tegakah kita melihatnya? Dengan berjalan kaki puluhan kilometer, tak surut langkahnya menapaki kerikil-kerikil terjal trotoar, sapuan angin dari kendaraan hingga keringat yg membasahi kulitnya yg keriput. Mbah Sahri, Semoga semangat juangmu dapat di tiru oleh kaum muda.”

“Ketika lelah menyergap, mbah Sahri biasanya mangkal di pinggir jalan RA Basoeni. Beliau menaruh begitu saja barang daganganya sambil berharap ada pembeli menghampirinya dan membeli cikraknya. Dulur-dulur ILM yg baik hati. Jika sekiranya ada yg melihat mbah Sahri jual cikrak pinggir jalan, mohon menyisihkan sedikit rezekinya untuk beliau,” demikian sebagian postingan Adhitya.

Source http://jogja.tribunnews.com http://jogja.tribunnews.com/2016/12/12/bikin-trenyuh-kakek-tua-penjual-cikrak-bambu-ini-berjalan-puluhan-kilometer-demi-mengais-rezeki
Comments
Loading...