Kerajinan Cobek Batu Di Kebumen

0 414

Kerajinan Cobek Batu Di Kebumen

Desa Penusupan kecamatan Sruweng kabupaten Kebumen sejak lama sudah dikenal sebagai Sentra perajin cobek. Sebuah alat dapur tradisional yang hingga kini masih ramai peminatnya. Trisno adalah salah satu warga yang kreatif memanfaatkan batuan andesit raksasa di wilayahnya itu menjadi kerajinan berupa cobek yang memiliki nilai jual. Alhasil, daerah lereng barat daya Gunung Condong itu diramaikan oleh para penambang batu dan perajin cobek.

Tahap pembuatan cobek berawal dengan membentuk lingkaran kasar di atas bidang batu andesit. Bentuk lingkarang memang umum diminati oleh pembeli, meski tidak menutup kemungkinan Trisno dan juga penambang lainnya untuk membuat bentuk lain sesuai permintaan pasar.

Kemudian cobek kasar tersebut dihaluskan oleh para pengrajin dengan mesin penghalus. Dahulu para perajin menggunakan alat tradisonal untuk menghaluskan cobek kasar, namun kini dengan menggunakan mesin, proses penghalusan relatif lebih singkat dan hasilnyapun lebih baik. Namun sayang hingga saat ini baru ada satu mesin penghalus cobek yang ada di desa Penusupan. Meski begitu permintaan pasar tetap terpenuhi. Bahkan para pengrajin tidak pernah menyimpan stok.

Trisno dan para pengrajin cobek lainnya tidak pernah tau kapan batu andesit yang mereka ambil akan habis. Menurut mereka material jenis batu gunung yang dibutuhkan untuk pembuatan cobek relatif lebih sedikit atau tingkat kerusakan alam yang ditimbulkan pun lebih sedikit dari jenis penambangan batu lainnya. Umumnya para pengrajin cobek akan bekerja mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Pemasaran cobek desa Penusupan tidak hanya di Kabupaten Kebumen saja namun juga sudah dipasarkan hingga luar Kebumen seperti ke Jakarta, pulau Kalimantan dan pasar terbesarnya berada di pulau Bali. Satu buah cobek penusupan dijual dengan harga Rp. 15.000. Harga yang terbilang murah jika dibandingakn dengan usaha kerja yang dilakukan.

Source https://lintaskebumen.wordpress.com https://lintaskebumen.wordpress.com/2014/09/28/menengok-kerajinan-cobek-batu-di-lereng-gunung-condong/
Comments
Loading...