Kerajinan Cobek Batu Di Malang

0 326

Kerajinan Cobek Batu Di Malang

Dusun Petung Wulung Desa Toyomarto Kecamatan Singosari hingga kini merupakan salah satu penghasil kerajinan cobek batu. Kerajinan yang sudah turun temurun itu kini masih dipertahankan 30 orang warga setempat. Banyaknya peralatan dapur modern yang diproduksi secara masal menjadi tantangan bagi para perajin cobek batu untuk tetap menjaga kualitasnya.

Salah satu perajin cobek batu, Ahmad Tajid mengatakan, hampir mayoritas warga yang tinggal di Dusun Petung Wulung adalah perajin cobek. “Pada tahun 1990 an masih tercatat ratusan warga di desa yang memenuhi kebutuhan ekonominya dari membuat cobek. Berbeda dengan saat ini yang semakin menyusut akibat peralatan dapur modern yang lebih mudah didapat,” ujar Tajid.

Diceritakan Tajid, dengan keadaan perajin cobek batu yang semakin hari semakin tingga; sedikit tersebut, tidak membuatnya putus asa. Bahkan tidak terpikir untuk mencari pekerjaan lainnnya. Karena ia sangat yakin kerajinan cobek batu yang dibuatnya memiliki kualitas dan ketahanan lebih lama dibandingkan peralatan dapur modern.

Tajid mengungkapkan, sebagai perajin cobek batu, ia bisa menghasilkan empat buah cobek setiap harinya. Setiap bulan ia bisa membuat cobek sekitar 120 cobek untuk dijual ke tungkalak. Ukurannya bervariasi, mulai dari cobek kecil yang memiliki diameter 15cm yang dijualnya dengan harga Rp 10 ribu dan cobek besar dengan diameter 20cm yang dijualnya seharga Rp 25 ribu. Sedangkan bahan dasarnya, ia membeli Rp 400 ribu setiap pikap yang diambil dari lereng gunung Arjuno.

Untuk pemasaran cobek buatan dusun setempat ini, sudah didistribusikan ke berbagai daerah. “Untuk pasar, hampir seluruh perajin cobek di sini menyuplai wilayah Malang Raya dan beberpa kota lainnya, seperti Batu dan Surabaya. Sedang untuk pengiriman luar pulau telah mencapai Kalimantan dan Bali,” bebernya.

Saat ini, meski perajin cobek batu semakin berkurang, mereka terus melakukan inovasi untuk tetap bertahan di pasaran. Apalagi dengan beragam jenis cobek yang ada. Mulai dari cobek dari bahan dasar plastik, cobek campuran semen pasir, hingga cobek beton. Namun Tajid menyakini, jika perajin di Dusun Petung Wulung yang masih mempertahankan produksi cobek batu akan tetap bertahan karena kualitasnya.

Source https://www.malang-post.com https://www.malang-post.com/berita/malang-raya/desa-toyomarto-sentra-perajin-cobek-batu
Comments
Loading...