Kerajinan Cobek Batu Di Tulungagung

0 241

Kerajinan Cobek Batu Di Tulungagung

Sejumlah perajin cobek dan aneka gerabah batu di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengeluh kesulitan memperoleh bahan baku yang menyebabkan biaya produksi meningkat. Warni, pelaku usaha kecil kerajinan cobek dan gerabah batu di Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, mengatakan perputaran usaha dia dan sejumlah perajin cobek lain di lingkungannya sangat bergantung pada pasokan luar daerah.

“Saat ini kami mengandalkan pasokan batu andesit dari wilayah Trenggalek dan Ponorogo. Kalau dari Tulungagung sendiri sudah minim, nyaris tidak ada,” katanya.

Kendala diperburuk oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan hujan sepanjang tahun sehingga kegiatan penambangan batu di luar daerah menurun. “Longsor dan kerusakan infrastruktur membuat arus pasokan tidak lancar. Faktanya pasokan beberapa bulan ini menyusut dibanding sebelumnya,” katanya.

Keterangan serupa diungkapkan pelaku usaha cobek batu lain di desa yang sama, Mahmud yang menyebut harga mineral batuan yang masuk golongan galian C merangkak naik. “Harga batu naik dari Rp 1,2 juta menjadi Rp 1,5 juta setiap ritnya. Bisa lebih mahal jika jalur transportasi rusak atau terputus akibat longsor seperti beberapa kali terjadi di jalan raya Ponorogo-Trenggalek kapan waktu lalu,” ujar Mahmud. Kendati naik, Warni, Mahmud maupun sejumlah perajin atau pelaku usaha kecil cobek batu memilih tetap bertahan.

Source http://nasional.republika.co.id http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/04/29/op6j2t365-perajin-cobek-batu-tulungagung-kesulitan-bahan-baku
Comments
Loading...