Kerajinan Dambus Di Bangka

0 157

Kerajinan Dambus Di Bangka

Air Sungai Rangkui begitu tenang. Meski tampak keruh, namun sungai yang membelah Kota Pangkalpinang itu seakan menjadi ‘jantung’ kehidupan masyarakat di sekitarnya. Di tepiannya, sebuah rumah mungil berdiri tak begitu kokoh. Seorang pria paruh baya, duduk di depan rumah sambil jari jemari bergerak ke sana kemari.

Tangannya mengolah bongkol kayu nangka, memotong, menghaluskan lalu mengukirnya dengan pahat kecil. Berselang waktu, jadilah sebuah ukiran kepala rusa lengkap dengan tanduknya. Sedikit sentuhan amplas, ukiran kepala rusa itu tampak sempurna.

“Jarang ada orang mau belajar buat dambus. Kalau saya dari SMP, senang buat alat musik ini. Tidak ada jual di Jakarta, kalau mau main dambus, ya harus cari di Bangka. Kalau gendang atau gong, bisa beli dari daerah lain,” ungkap Mulkan.

Ucapan Mulkan itu menyiratkan bahwa dambus hanya ada di Bangka. Seperti halnya sasando di NTT, angklung dari Jawa Barat, begitu pula dambus cuma di Bangka.
Ukiran kepala rusa adalah bagian dari proses pembuatan dambus. Alat tradisional khas Melayu Bangka.

Tak banyak lagi orang seperti Mulkan, yang menekuni kerajinan itu. Bila tak ada regenerasi, bukan mustahil dambus hanya tinggal cerita khazanah Melayu Bangka.

Source http://bangka.tribunnews.com http://bangka.tribunnews.com/2014/02/15/kerajinan-dambus-jangan-sampai-punah
Comments
Loading...