Kerajinan Dari Kardus Di Depok

Greenbisnis Bumi Bumi Kardus membuat dekorasi, mainan dan kerajinan dari kardus bekas. foto dok.instagram Bumi Bumi Kardus

0 114

Kerajinan Dari Kardus Di Depok

Kreatif dan suka seni mengantar Sanjaya Akmal Arifin pada jalan hidup berwirausaha. Dia memutuskan untuk berhenti bekerja, belajar otodidak, lalu kini bisa memiliki usaha dengan omzet puluhan juta rupiah.

ULANG tahun keempat Senandung Bumi, putri Sanjaya Akmal Arifin, pada September 2015 menjadi pembuka jalan bisnis kerajinan Bumi Kardus. Kala itu si buah hati meminta di buatkan rumah Barbie. Namun, setelah mengecek harga, dia berpikir dua kali untuk memenuhi permintaan anaknya. Suatu malam, pria yang akrab di sapa Baba itu menemukan banyak kardus di kantor tempat kerjanya. Saat itu dia masih bekerja sebagai petugas satpam di kawasan Sudirman, Jakarta.

Baba pun berusaha membuat kejutan untuk putrinya. Selama tiga hari, dia merakit rumah kardus. Tak disangka, hasilnya lumayan. Putrinya pun senang. Kegembiraan itu berlanjut bagi Baba. Sebab, saat mengunggah foto rumah kardus tersebut ke Facebook, dia menuai respons yang positif. ’’Sembari saya kerja jadi satpam, banyak orderan yang masuk,’’ tuturnya saat ditemui di rumahnya di kawasan Sawangan, Depok, Senin (3/12).

Tiga bulan berselang, tepatnya pada Desember 2015, Baba membulatkan tekad untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai petugas satpam. Pria kelahiran Jakarta itu ingin berfokus pada Bumi Kardus, bisnis kerajinan berbahan dasar kardus. Bisa ditebak, nama Bumi Kardus di ambil dari nama anaknya yang menjadi sumber inspirasi.

Konsep rumah kardus yang di buat memungkinkan anak-anak bermain di dalamnya. Bukan hanya itu, produk berbahan kardus juga ramah lingkungan. ’’Kalau mainan dari besi buat bercanda, anaknya bisa terluka. Kalau kardus, mainannya yang rusak,’’ ungkapnya. Baba sempat mengalami orderan yang terus menurun. Sebab, dia hanya mengandalkan promosi via Facebook. Dia terpaksa bekerja serabutan tanpa berhenti berkarya dengan kardus-kardusnya. Hingga akhirnya, pada Februari 2016, ada yang menyarankan untuk menggunakan media Instagram.

Pesanan akhirnya kembali berdatangan. Salah satunya, membuat kapal kardus dengan ukuran 5×10 meter. Anak-anak bisa masuk dan bermain di dalamnya. Usaha Bumi Kardus pun makin berkembang. Pesanan yang masuk beragam. Bukan hanya bentuk rumah, tetapi juga pesanan custom seperti castle kardus, kitchen set, dan lain-lain. Ada pula yang meminta dibuatkan dekorasi dari kardus.

Saat ini pemesanan masih dilakukan dengan custom. Namun, Baba berencana membuat mass product sehingga bisa menekan ongkos produksi. Pengerjaannya juga tidak lagi manual, tetapi menggunakan mesin potong. ’’Pakai mesin kan cepet,’’ kata pria 38 tahun tersebut.

Baba sama sekali tidak memiliki latar belakang bisnis dan seni. Dia hanya tamatan SMP, bekerja sebagai petugas satpam, lalu banting setir untuk berwirausaha. Keahliannya pun diperoleh dengan cara belajar secara otodidak. ’’Learning by doing,’’ tegasnya.Dia memang suka pada hal-hal yang berbau seni. Namun, Baba ti dak pernah terpikir bahwa usaha itu akan menjadi jalan rezekinya. ’’Yang penting, tidak berhenti mengasah (kemampuan),’’ tuturnya.

Saat ini omzet Bumi Kardus mencapai Rp 10 juta–Rp 20 juta. Namun, saat peak season, biasanya November karena menyiapkan acara akhir tahun, omzetnya bisa melonjak hingga Rp 100 juta. Pendapatan paling besar yang pernah diterima Baba adalah ketika ada pesanan membuat instalasi dekorasi. Nilainya mencapai Rp 80 juta.

Source https://radarsukabumi.com https://radarsukabumi.com/2018/12/20/sanjaya-akmal-arifi-n-bumi-kardus/
Comments
Loading...