Kerajinan Dari Koran Karya Warga Di Coblong

0 144

Kerajinan Dari Koran Karya Warga Di Coblong

Mohamad Tatang Somantri sempat tidak dipercaya istrinya lantaran membuat lintingan koran menjadi suatu barang bernilai seni. Selama lima tahun coba-coba membikin karya dari koran, akhirnya Tatang membuktikan hasil karyanya bisa membuat dapurnya “mengebul”.

Tatang adalah seorang pegawai administrasi di ITB. Usai pulang kerja, dia menonton video tutorial di Youtube tentang cara membuat daur ulang koran menjadi suatu barang yang menarik.

Sejak 2010, dia bersusah payah membuat koran menjadi hiasan dinding, pajangan lemari, hingga jam dinding dari koran yang unik. Sekarang, usahanya tak sia-sia lagi sebab hasil kerajinan tangannya telah terbang ke Medan, Jakarta, Hongkong, Belanda, sampai Belgia.

“Sering dari sana kalau ada pameran minta dikirim aja barangnya. Belum sama kitanya sih, jadi mereka pesan berapa dus baru dikirim ke Belgia atau ke negara lainnya,” kata Tatang.

Anyaman koran itu ia namakan teknik quilling. Setelah koran dilinting, kemudian dipipihkan dan diputar sehingga membentuk sebuah karya. Tatang mengolesnya dengan lem supaya koran tetap tegak dan kaku, lalu dicat supaya barang terlihat jelas sampai pembeli tidak sadar bahwa barang tersebut hasil anyaman koran.

Tatang mengaku anyaman koran yang dia beri merek Chilaz ini, adalah  hasil dari sisa tenaga usai bekerja. Setelah pulang kantor, biasanya Tatang membuat karya sampai jam 12 malam.

“Enggak dipatok buat berapa per bulan. Sehabisnya saja di lemari. Sekiranya lemari sudah pada kosong, kita isikan lagi. Atau tergantung pesanan,” ujarnya.

Butuh dua sampai tiga set koran untuk membuat suatu barang. Misalnya rumah jamur, hiasan gelas, atau mangkuk unik dari koran.

“Harganya bisa 250 sampai 350 ribu, tergantung kesulitan,” ungkap Tatang.

Uniknya, barang buatan Chilaz ini akan selalu terbatas. Dia jarang membuat barang yang sama lebih dari dua. Sehingga karya yang dibuat tidak pasaran.

“Saya juga membuat bunga-bungaan dari botol plastik. Kalau dijual, botol plastik satuan harganya 60 rupiah, kalau sudah jadi sesuatu bisa 150 ribu rupiah. Yang enggak ada bunganya saya kasih harga 100 ribu,” jelasnya. Pembuatan bunga dari botol plastik ini hanya butuh sehari saja. Motif dan bunga pun berbeda-beda sehingga coraknya tidak akan sama dengan pembeli yang lain.

Tatang pun membuka kelas pelatihan membuat anyaman koran atau bunga dari botol plastik untuk minimal 10 orang setiap kelas. Biasanya dia menerima pelatihan dari ibu-ibu PKK atau sekolah-sekolah. Setiap orang dipatok harga Rp 100 ribu.

“Untuk saat ini perhatian dari wilayah kecamatan juga belum terlalu ya. Jadi saya jalan sendiri saja. Kadang memang barang Chilaz kalau ada acara kegiatan sesuatu suka dipinjam, ya enggak apa-apa. Sebatas gitu aja, belum pernah dibeli atau apa,” kata dia.

Source http://ayobandung.com http://ayobandung.com/read/2018/10/15/39245/bandung-pisan-menyulap-koran-bekas-jadi-menawan-ala-warga-kecamatan-coblong
Comments
Loading...