Kerajinan Dari Limbah Mancung Kelapa Di Pasuruan

????????????????????????????????????
0 343

Kerajinan Dari Limbah Mancung Kelapa Di Pasuruan

M Nur Halim sedang sibuk membersihkan lampu hias di saung belakang rumahnya. Saung rumahnya berada di Dusun Sudimoro, Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Lampu hias ini sangat unik sekali. Bentuknya yang khas membuat daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang melihatnya. Wajar saja, lampu ini tidak seperti lampu hias pada umumnya. Bentuknya unik menyerupai daun, dan ada sentuhan khusus sehingga kesan mewah dan mahal ada dalam kerajinan ini.

Sekadar diketahui, kerajinannya saat ini sedang berkembang. Kerajinannya sudah menembus pasar lokal dan sedang berusaha menembus pasar nasional atau bahkan internasional. Dalam mengembangkan usahannya ini, M Nur Halim tidak sendirian. Dia menggandeng anak – anak muda di sekitar lingkungannya yang disatukan dalam Organisasi Remaha Sudimoro Meling (ORSIM).

Melalui wadah ORSIM ini, M Nur Halim berkembang dan maju bersama – sama membesarkan usaha lampu hias berbahan dasar limbah mancung kelapa dan palem.

Ide ini muncul saat M Nur Halim melihat di lingkungan sekitar rumahnya banyak daun kelapa (mancung) dan daun palem yang tidak digunakan. Jumlahnya melimpah dan berserakan mengotori lingkungan. Apalagi, biasanya warga di sekitar rumahnya, membakar limbah mancung kelapa dan palem ini. Cara pembakaran ini tidak efektif dan justru membuat polusi.

Ia pun menjelaskan, akhirnya ia belajar secara otodidak melalui internet dan YouTube. Ia melihat sejumlah video dan informasi yang berkaitan dengan pengolahan limbah menjadi sebuah kerajinan. Dia sedikit berbagi cerita. Jadi, daun-daun yang berserakan dia ambil di bawah pohonnya. Dia kumpulkan dan dibersihkan. Setelah itu dipanaskan, dan dibentuk sesuai kebutuhan.

Selebihnya, dipernis setelah posisi limbah daun ini sudah dingin dan sudah sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Selanjutnya dipernis berulang – ulang untuk menghasilkan warna yang mengkilat.

Dijelaskannya, siapa sangka, ternyata hasil luar biasa. Orang di sekitarnya suka dengan kerajinannya. Akhirnya, ia memproduksinya. ia bersama anak – anak muda mengembangkan kerajinan ini.

Ia melatih anak – anak muda untum mulai berwirausaha. Ia ajarkan dari proses awal sampai akhir pembuatan kerajinannya.

Ia sangat berkeinginan untuk mengembangkan usaha ini. Namun, kendalanya adalah soal permodalan. Kata dia, selama ini, ia dan anak ORSIM hanya melayani pesanan pre order. Belum memiliki kemampuan untuk produksi massal.

Sedangkan untuk pemasaran, lanjut dia, pihaknya sudah yakin, karena yang menggerakkan anak – anak muda yang melek akan kecanggihan teknologi. Mereka bisa mempromosikan melalui media sosial mereka masing – masing.

Source http://suryamalang.tribunnews.com http://suryamalang.tribunnews.com/2018/08/13/inspiratif-kerajinan-unik-dan-bermanfaat-dari-limbah-mancung-kelapa-dan-palem?page=2
Comments
Loading...