Kerajinan Daur Ulang Ban Bekas Di Bekasi

0 499

Kerajinan Daur Ulang Ban Bekas Di Bekasi

Limbah ban bekas bisa diolah menjadi serbuk ban dan menjadi berbagai bahan baku aneka produk berbahan karet. Produsen serbuk ban bekas di Bekasi, Jawa Barat, sanggup menjual minimal 100 ton serbuk ban setiap bulan. Omzetnya bisa mencapai Rp 500 juta per bulan.

Terus melarnya harga karet di pasar dunia, telah menggebuk sektor bisnis yang mengandalkan komoditas alam itu. Contohnya adalah bisnis serbuk ban. Para pengusaha ban selama ini mengandalkan pasokan bahan karet alam. Seiring kenaikan harga karet, mereka makin banyak melirik bahan baku karet hasil daur ulang ban bekas.

Bagi pebisnis daur ulang ban bekas, ini adalah peluang besar. Darmin Leo, pemilik CV Gemilang R&P Jaya Makmur di Bekasi, Jawa Barat, misalnya, sudah merasakan kenyalnya laba bisnis daur ulang ban. Dia telah menekuni bisnis daur ulang ban bekas ini sejak dua tahun lalu.

Selain membeli ban bekas dari perorangan, dia juga membelinya dari berbagai perusahaan di Sumatera dan Kalimantan. “Di sana banyak perusahaan perkebunan dan pertambangan yang menggunakan mobil besar,” katanya.¬†Darmin lantas menggiling ban bekas itu di mesin pencacah. Hasilnya berupa butiran atau serbuk ban. “Mesinnya hasil desain saya sendiri,” katanya.

Setelah menjadi produk serbuk ban, Darmin menjual produknya itu ke sejumlah perusahaan yang membutuhkan, di antaranya, perusahaan sepatu dan sandal. “Serbuk ban tersebut untuk diolah lagi menjadi alas produk,” imbuhnya. Selain produsen alas kaki, pelanggan Darmin adalah produsen karpet yang menggunakan serbuk ban sebagai salah satu bagian dasar produknya agar tidak licin. “Serbuk ban juga banyak dipakai pengelola lapangan futsal. Efeknya agar karpet futsal tidak licin dan tidak sakit,” katanya.

Darmin mengaku, dalam sebulan bisa menjual minimal hingga 100 ton serbuk ban. “Saya bisa menyediakan berapa pun jumlahnya,” ujar dia.

Harga jualnya bervariasi, tergantung tingkat kehalusan serbuk. Semakin halus serbuk ban maka harganya makin mahal. “Harganya berkisar Rp 2.700-Rp 5.000 per kilogram (kg),” katanya.Hitung punya hitung, Darmin bisa meraup pendapatan berkisar Rp 270 juta hingga Rp 500 juta per bulan dari penjualan serbuk ban.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id
Comments
Loading...