Kerajinan Daur Ulang Batok Di Jambi

0 248

Kerajinan Daur Ulang Batok Di Jambi

Kegiatan kelompok kerajinan tempurung di Desa Sungai Jambat, Kecamatan Sadu mulai terbentuk pada Bulan Oktober 2013. Pertemuan dan pembentukan kelompok ini atas undangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (TanJabTim). Anggota kelompok ini terdiri dari 15 orang. Yaitu: M. Aras Ashis, Asril, Junaidi, Nani Wijayanti, Komariah, Muchlis, Erlina, Wati, Suryani, Suhaini, Rahim, Nur Alia, Anti, Nurjanah dan Anton.

Kegiatan kelompok ini adalah mengolah bahan baku batok tempurung kelapa menjadi kerajinan tangan. “Begitu banyak tempurung kelapa sisa bahan kopra yg dibuang percuma”, kata Ibu Sekretaris Desa.

Desa Sungai Jambat adalah salah satu desa pesisir di Kecamatan Sadu yang 75% warganya bekerja menjadi petani atau buruh kelapa kopra. Tiga per empat lahan desa ini merupakan perkebunan kelapa.

Potensi desa lainnya adalah tanaman pinang. Tanaman pinang tumbuh berjajar diantara parit air yang membelah kebun kelapa. Harga pinang kering saat ini Rp 6000. Tiga tahun yang lalu, harga pinang kering mencapai Rp 12.000.

Kelompok ini memulai kegiatannya dengan mengumpulkan bahan baku dari batok kelapa. Saat ini diproduksi berbagai bros, tempat tisu, gantungan kunci, dan asbak. Semuanya dikerjakan secara manual menggunakan alat-alat kerja sederhana seperti gergaji, amplas, pisau ukit, tang.

“Kami punya keinginan memproduksi kancing baju aneka ukuran, seperti yg kami lihat saat studi banding di Jogjakarta bulan lalu,” kata Ibu Komariah yang bekerja-sama dengan suaminya membuka sebuah bengkel kerja batok kelapa.

Tujuan dari pembentukan kelompok kerajinan tangan ini, ingin menjadikan kelompok ibu-ibu menjadi mandiri dan menggunakan waktu luangnya lebih baik. Kedepannya diharapkan dapat membantu perekonomian keluarga. Dengan adanya kegiatan ini, akan mengurangi tingkat pengangguran baik muda maupun tua karena akan menyerap tenaga kerja.

Harapan ke depan, kelompok ini ingin mengajukan permohonan sebuah mesin pembuatan kancing ke Dinas Deperindag ataupun pemerintah pusat. Dinas juga diharapkan membantu pemasaran melalui kegiatan pameran yg rutin diadakan di tingkat kabupaten dan propinsi, bahkan di tingkat nasional melalui kegiatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Source http://ecosystemallianceindonesia.blogspot.com http://ecosystemallianceindonesia.blogspot.com/2013/12/kerajinan-tempurung-desa-sungai-jambat.html
Comments
Loading...