Kerajinan Daur Ulang Di Wonosari

0 187

Kerajinan Daur Ulang Di Wonosari

Berawal dari keprihatian akan sampah yang menumpuk dan tidak dimanfaatkan dengan baik, warga Selang IV, Desa Selang, Wonosari, Sulamini mencoba memanfaatkannya dan merubah menjadi barang yang berguna.

Berbekal dari dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Pemdes Selang serta dan pengalaman mengikuti beberapa pelatihan daur ulang sampah, dia pun berinisiatif untuk menghidupkan bank sampah yang dimulai sejak 2012 dengan diawali dengan gerakan bertajuk Sedekah Sampah.

Tetapi hal itu tidak berjalan lancar pada awalnya. Anak muda yang diberi tugas mengelola sampah tersebut, banyak yang sudah menyelesaikan pendidikan, dan lebih memilih merantau keluar. “Awalnya dulu banyak anak muda yang membantu, namun karena sudah merantau memilih meninggalkan ini,” ucapnya.

Namun hal tersebut tidak membuat patah semangat Sulamini, dengan menggandeng ibu dukuh Selang IV dan ibu-ibu sekitar dia coba terus mengajak. Meskipun awalnya dia harus jemput bola untuk mendapatkan sampah-sampah tersebut, namun kini para warga menurutnya sudah memiliki kesadaran untuk menyetorkan sampah.

“Awalnya memang sulit mengajak, namun semakin hari sudah sadar juga warga sini datang ke sini, sekarang dua kali dalam sebulan menyetor. Kurang lebih 40 nasabah bank sampah. Untuk yang aktif ikut mengelola daur ulang tidak begitu banyak,” ujarnya.

Berbagai produk olahan dari sampah plastik, botol-botol, sak semen juga sudah ia buat berbagai kerajinan mulai dari bros, vas bunga, tempat sampah, dompet, dan berbagai produk kerajinan lainnya. Harga dari produknya beraneka ragam mulai Rp2.000 hingga Rp100.000 atau lebih tergantung kerumitannya.

Sulamini mengatakan bank sampah Catur Mandiri yang dikelolanya saat ini juga sering mengikuti berbagai pameran, terlebih mendekati hari bumi yang jatuh beberapa hari lagi. Dia mengatakan hasil kerajinan daur ulangnya sering habis dalam acara-acara pameran.

Dia berharap agar pengelolaan bank sampah Catur Mandiri terus berkembang, karena dengan adanya bank sampah tersebut tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan masyarakat, tetapi juga sedikit banyak mendongkrak perekonomian masyarakat.

Salah satu warga yang juga ikut mengelola bank sampah tersebut, Rani Widyaningsih mengatakan jika ditekuni pengelolaan tersebut tidak sulit menurutnya. “Sebenarnya tidak sulit jika sudah terbiasa, namun untuk membagi waktu dengan kegiatan lain mungkin seperti mengurus anak yang agak sulit,” katanya.

Dia mengatakan saat ini bank sampah Catur Mandiri juga masih kewalahan jika mendapat pesanan dari luar kota, karena minimnya pengrajin yang dapat membuat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Gunungkidul, Agus Priyanto mengatakan jika sampah dapat dikelola dengan baik dapat menambah penghasilan, namun hal tersebut yang belum banyak disadari oleh masyarakat. “Ya masih banyak masyarakat yang belum bisa memilah sampah atau mengolah sampah dengan baik, karena buang sampah saja masih banyak yang sembarangan,” kata Agus.

Dia berharap agar ada waktu atau kesempatan jika ada pertemuan-pertemuan di tingkat yang paling rendah yaitu RT untuk dapat terjun mensosialisasikan pengolahan sampah itu. Namun dia juga menginginkan masyarakat benar-benar sadar, tidak hanya ketika didampingi. Dia juga mengatakan bank sampah Catur Mandiri menjadi salah satu bank sampah yang dikelola dengan baik.

Source http://jogjapolitan.harianjogja.com http://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2018/04/18/513/911135/di-tangan-warga-wonosari-ini-sampah-bisa-jadi-berkah
Comments
Loading...