Kerajinan Daur Ulang Kertas Karya Mahasiswa Jember

0 146

Kerajinan Daur Ulang Kertas Karya Mahasiswa Jember

Mohammad Masnif bersama teman-temannya, mengawali gerakan pengelolaan sampah di kampusnya yang diberi nama gerakan bank sampah (Samber Pahala) pada tahun 2015. Sistem kerja gerakan ini adalah mengumpulkan sampah dari pihak kampus maupun mahasiswa yang kebanyakan terdiri dari sampah kertas, koran dan sebagainya.

Dari sampah yang terkumpul kemudian ditimbang, bagi pemberi sampah akan mendapatkan imbalan uang dengan jumlah tertentu sesuai banyaknya sampah yang dikumpulkan. Hasil pengumpulan sampah kertas di lingkungan kampus kemudian mereka jual kembali ke pihak pengepul.

Namun dalam proses melakukan pengelolaan pengumpulan sampah selama setahun itu mereka merasa bahwa kalau sampah-sampah yang dikumpulkan lalu di jual ke pengepul dirasa nilai ekonomisnya masih kurang.

Lalu mereka berpikir untuk lebih kreatif guna meningkatkan nilai jual sampah, mereka tidak lagi menjual sampah ke pengepul untuk di daur ulang di pabrik pengolahan, tetapi mereka menciptakan satu terobosan baru untuk lebih meningkatkan daur ulang pengelolaan sampah, yakni sampah kertas di olah menjadi produk kerajinan.

Berbagai jenis kerajinan daur ulang sampah kertas berhasil mereka buat menjadi berbagai macam souvenir. “Kalau modelnya sih banyak, antara lain lampu tidur, tempat pensil, pigura, gantungan kunci, tempat surat undangan pernikahan, miniatur-miniatur, plakat dan lain-lain,” ujar Masnif. Berbagai kerajinan tersebut juga memiliki macam-macam ukuran dan bentuk.

Kerajinan daur ulang sampah ini diberi nama Moshcraft, dari model dan bentuknya, kerajinan ini mereka jual dengan variasi harga, dari yang terkecil seperti gantungan kunci dijual seharga Rp.4.000, tempat pensil Rp.10.000, lampu tidur dari harga Rp.20.000 sampai Rp.50.000, pigura dari harga Rp.10.000 sampai Rp.50.000.

Mereka juga melayani pembuatan kerajinan dengan bentuk-bentuk tertentu, sesuai keinginan para pemesan, tetapi diberlakukan harga khusus, karena terkait tingkat kesulitan dan model yang di inginkan.

Ketika ditanya omzet dari bisnis kerajinan daur ulang kertasnya, Masnif mengatakan cukup lumayan, paling tidak dirinya bersama empat temannya mampu membiayai sendiri uang kuliah mereka dari kerajinan daur ulang kertas, itu pun ditambah dengan uang sewa rumah kos dan untuk biaya hidup sehari-hari.

Source https://bisnisukm.com https://bisnisukm.com/mahasiswa-jember-ciptakan-kerajinan-daur-ulang-kertas-bernilai-ekonomis.html
Comments
Loading...