Kerajinan Daur Ulang Klobot Di Malang

0 275

Kerajinan Daur Ulang Klobot Di Malang

Jagung selama ini seringkali dimanfaatkan masyarakat sebagai makanan pelengkap baik yang diolah menjadi camilan (makanan ringan) maupun aneka olahan lainnya. Itu bijinya.

Tidak banyak yang berfikir kreatif bahwa kulit jagung atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan klobot bisa dikreasi menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi.

50 warga dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir akan membuktikan bahwa kulit jagung yang selama ini dibuang percuma ke tempat sampah bisa dikreasi menjadi produk kerajinan yang diminati pasar lokal maupun luar negeri.

Untuk menumbuhkan kreativitas itu Dinas Sosial Kabupaten Malang memberi pelatihan khusus kepada 50 warga Desa Sumbersuko tersebut bagaimana teknik menyulap klobot menjadi produk kerajinan berupa hiasan bunga yang cantik.

Pelatihan kreasi klobot ini menjadi salah satu rangkaian acara Bhakti Menata Desa (Bina Desa) ke-9 Pemerintah Kabupaten Malang di Desa Sumbersuko. Para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan ini.

Mereka tampak bersemangat dan hati-hati mengikuti setiap langkah yang dipandu instruktur pelatihan. Cara menggunting klobot dan membentuknya menjadi seperti daun teh misalnya. Setiap lekuk ditata dengan sangat presisi sehingga daun yang dibentuk hampir mirip aslinya.

Untuk mengkreasi bunga kulit jagung menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi dibutuhkan beberapa perlengkapan di antaranya gunting, kertas, lem, klobot, pot bunga dan pewarna tekstil untuk membentuk daun bunga menyerupai aslinya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Sri Wahyu Puji Lestari mengatakan pada Bina Desa di Sumbersoko ini, Dinsos ingin memberikan palayanan dan pemberdayaan bagi masyarakat di setempat.

“Jadi yang ikut pelatihan ini ada 50 orang berasal dari Dusun Kenongo dan Ngemplak. Usai acara ini mereka harus mampu mengaplikasikannya di masyarakat,” ucap perempuan yang akrab disapa Yayuk  ini.

“Masing-masing peserta membuat satu bunga cantik warna-warni dengan pot terbuat dari tanah liat. Lalu dikemas menjadi bunga yang dijual dengan kisaran Rp 65 ribu,” ujarnya. Target dari pelatihan ini, lanjut Yayuk,  masyarakat bisa membuat produk dan memasarkannya sendiri.

Source https://www.malangtimes.com https://www.malangtimes.com/baca/23029/20171205/145946/ini-jadinya-jika-kulit-jagung-disulap-jadi-kerajinan-bernilai-ekonomi-tinggi/
Comments
Loading...