Kerajinan Daur Ulang Limbah Di Sukamulya

0 187

Kerajinan Daur Ulang Limbah Di Sukamulya

Madsuki warga kampung Parah, RT 01/04, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Tangerang, piawai membuat tempat tisu, pigura, dan lampion dari bahan limbah.  Kerajinan tangannya tiu di tekuni sejak tahun 14 tahun silam. Kepiawaian yang dimilikinya itu, diajarkan kepada ibu-ibu warga Desa parahu, Buniayu, dan Bunar serta ibu-ibu PKK Kecamatan Sukamulya.

Menurut Suki, membuat lampion dengan bahan dasar fiber limbah, besi atau kawat, dan plastik aklirik. Langkah pertama yang ia lakukan, limbah fiber ia gunting sesuai pola. Kemudian, besi  atau kawat di potong dengan menggunakan alat mesin dan las sepanjang  ukuran 50 -150cm.

Tahap selanjutnya,  merakit  dan membuat  badan  dan kaki-kaki lampion. Kemudian badan besi yang ujungnya di buat kaki lampion dibungkus dengan fiber yang sudah dipola. Lalu,  aklirik yang  yang sudah di pola ditempelkan dengan lem sesuai bentuk lampion. Sebagai pemanis, digunakan kertas berwarna. Tahap terakhir  yaitu pemasangan rumah lampu dan kabel dengan ukuran  satu  meter. Untuk menghilangkan karat besi atau kawatpun ia cat sampai mengkilat.

Bukan hanya lampion saja, suki juga bosa membuat tempat tisu berbahan dasar kardus tebal. Kardus dipola di gunting dan dibentuk dengan ukuran tisu dan ditempel dengan lem fox. Lalu ia gunakan kertas karton, dan pernak pernik sebagai pemanis tempat tisu.  Suki, juga piawai membuat pigura dengan berbagai bentuk dan ukuran yang berbahan dasar bambu, kayu, juga kardus.

Hasil  kerajinan bapak dari satu anak ini diminati banyak warga sekitar dan dijual dipasaran. Pigura dan lampion dijual dengan harga Rp 50 ribu – Rp 100 ribu, sedangkan tempat tisu antara Rp 25 ribu – Rp 50 ribu

Source https://koperasi.tangerangkab.go.id https://koperasi.tangerangkab.go.id/madsuki-pengrajin-tempat-tisu-pigura-dan-lampion-dari-sukamulya/?mode=list
Comments
Loading...