Kerajinan Daur Ulang Limbah Furniture Di Yogyakarta

0 127

Kerajinan Daur Ulang Limbah Furniture Di Yogyakarta

Berawal dari kegemarannya jalan-jalan dengan istri, Ery Seprizal merintis sebuah usaha yang memanfaatkan limbah dari industri kerajinan. Ery dengan mengusung merek Namu, merupakan salah satu peserta yang mendaftar ke kompetisi pencarian pelaku UMKM lokal yang mengusung produk kreatif dan unik, The Big Start Indonesia Season 3. Ketika menceritakan tentang bahan baku yang dipakai untuk membuat produk, Ery menegaskan bahwa limbah yang dimaksud adalah bahan yang tidak dipakai atau yang biasanya dibuang setelah proses produksi. Bahan yang paling mudah didapat adalah kayu dari industri furnitur.

Ery menceritakan, tahun 2016 silam dia dan istrinya berkunjung ke berbagai tempat dalam rangka jalan-jalan. Selama perjalanannya, Ery menemukan banyak perajin bekerja di daerah yang pelosok hanya berdasarkan pesanan klien, dengan model dan desain yang dinilai sudah umum. Baca juga: Kisah Ahmad Mu?tamir, Petani Kentang dengan Omzet Ratusan Juta Rupiah Dari sana, Ery terpikir untuk berkreasi dengan modal limbah hasil produksi kerajinan mereka. Dia bahkan rela mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk mendapatkan bahan baku dari perajin.

Ery kemudian berkreasi dengan bahan baku yang dibelinya tersebut dan kembali lagi ke perajin untuk memperlihatkan apa yang bisa dilakukan dari limbah kayu. “Basic ilmu saya di kesenian, sering respons benda jadi karya. Kami juga memperhitungkan limbahnya apa, nanti saya bikin prototipe, saya balikin ke mereka. Sanggup apa enggak,” kata Ery saat berbincang dengan Kompas.com di Stadion Mandala Krida. Jika perajin tersebut menyanggupi, Ery akan lihat hasilnya lalu diputuskan apakah akan dipasarkan atau perlu disempurnakan dulu sebelum dijual. Semua produk yang dibuat perajin dari bahan limbah itu dibeli oleh Ery dengan harga tertentu, kemudian dijual lagi olehnya dengan menyematkan brand bernama Namu. “Saya sama istri sukanya jalan-jalan. Bikin usaha dari sering bertamu, disederhanakan jadi namu,” tutur Ery.

Source https://ekonomi.kompas.com https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/29/210900426/namu-bangun-ekosistem-perajin-dengan-olahan-limbah
Comments
Loading...