Kerajinan Daur Ulang Limbah Laut Karya Siswa Di Surabaya

0 167

Kerajinan Daur Ulang Limbah Laut Karya Siswa Di Surabaya

Dua siswa di Surabaya ini berhasil meraih medali perunggu pada Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Agnes Cahya Nanda Priwijayanti dan Aninditya Adani dua siswa SMA Muhammadiyah X Surabaya mendapat medali atas minat berwirausaha dengan memanfaatkan limbah cangkang kerang, menjadi barang bernilai ekonomis seperti souvenir, hiasan dinding, maupun barang pecah belah.

Andin Prastio, guru ekonomi SMA Muhammadiyah X Surabaya sekaligus pembina dua siswa itu mengungkapkan, dari 1.429 proposal ide yang diajukan seluruh pelajar 34 provinsi se Indonesia,  siswanya berhasil unggul karena pertimbangan ide inovasi yang dinilai dari kejadian yang ada disekitarnya dirubah menjadi benda yang bermanfaat.

“Ide siswa kami ini secara nyata memang terjadi pada masyarakat di pesisir. Konsep anak-anak ini unik karena mengangkat kearifan lokal Surabaya dan pemanfaatan limbah di pesisir, mereka juga berhasil dalam presentasi ke juri,” terang Andin.

“Keduanya berhasil terpilih untuk mengikuti pameran dan presentasi bersama 90 finalis lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya kompetisi FIKSI merupakan tahun ketiga dilaksanakan. Dan tim dari komunitas entrepreneur SMAM X Surabaya selalu lolos jadi finalis.

“Tahun lalu di bidang boga ada yang lolos, kalau souvenir ini masuk bidang kriya,” katanya.

Sementara itu, Agnes saat ditemui usai mempraktekkan berbagai produk souvenir dari kerang yang ia buat, mengungkapkan, dirinya sangat tertarik dengan kompetisi tersebut saat mendapat kabar dari pembina komunitas entrepreneur di sekolahnya.

“Awalnya ikut komunitas karena seru bisa punya pengalaman jualan sampai buat produk bahkan magang. Pas dikasih tahu ada lomba ini kami cari ide yang pas,” ungkapnya

Siswa kelas XI ini kemudian memutuskan membuat hiasan dinding, dan pecah belah yang dihias dengan cangkang kerang. Mulai dari kerang kecil hingga kerang hijau.

“Kami melihat potensi pengolahan kerang ini masih terbatas, di pantai kenjeran dan pesisir lain juga berserakan,”lanjutnya.

Untuk itu Agnes dan Anin mencoba membuat produk sederhana namun memiliki nilai jual. Produk yang dinamakan Rang Rang Rung ini juga direncanakan akan mereka pasarkan secara online.

“Harapannya kalau banyak yang pesan, saya bisa memberi pekerjaan pada orang lain,” ungkapnya.

Meskipun terkesan sederhana, keduanya yang terbilang jarang membuat kerajinan tangan mengaku kesulitan. Apalagi membutuhkan detail dan ketelitian untuk membuat souvenir tersebut.

Source https://jatimnow.com https://jatimnow.com/baca-7833-manfaatkan-limbah-laut-2-pelajar-surabaya-ini-sabet-medali-perunggu
Comments
Loading...