Kerajinan Daur Ulang Sampah Di Desa Tamansari

0 105

Kerajinan Daur Ulang Sampah Di Desa Tamansari

Tahukah Anda bahaya sampah anorganik? Ternyata tak hanya membuat tempat tinggal kita menjadi terlihat kotor, tetapi juga bisa berdampak pada pencemaran lingkungan. Namun siapa sangka, di tangan ibu-ibu rumah tangga Desa Tamansari, Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, sampah plastik, kaleng, kardus, dan lainnya disulap menjadi kerajinan tangan yang cantik dan bernilai jual.

Kemampuan mereka mengolah sampah anorganik menjadi berbagai produk seperti kotak pensil, pot bunga hias, lampu hias, sapu, dompet, dan paper bag diperoleh dari sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sampah anorganik menjadi aneka ragam kerajinan tangan yang digelar Chairani, SKom, MEng dan Sulyono, SKom, MTI, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari hibah pengabdian masyarakat program IPTEK bagi Masyarakat (IbM) yang dimenang kedua dosen Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun 2016.

“Kami juga mengalokasikan hibah ini dalam bentuk pengadaan 20 unit kotak sampah untuk Desa Taman Sari. Harapannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan. Pelatihan ini juga bertujuan melatih skill ibu rumah tangga untuk berkreativitas mengolah sampah yang tidak berguna menjadi produk kerajinan bernilai jual,” ujar Sulyono.

Dia melanjutkan pihaknya juga berencana akan menjalin mitra dengan usaha yang dapat menampung dan memasarkan produk kerajinan tangan dari pengolahan sampah anorganik tersebut. Selain itu juga membuat blog dan mengenalkan ibu rumah tangga Desa Tamansari tentang teknologi informasi khususnya e-commerce.

“Jadi produk ini tak hanya dipromosikan secara konvensional, tetapi juga secara online. Sehingga jangkauan pasarnya lebih luas. Mudah-mudahan bisa menjadi penghasilan tambahan untuk membantu perekonomian masyarakat,” harapnya.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Bagian Pengabdian Masyarakat, Lembaga Pengembangan Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP4M) Darmajaya, M. Ariza Eka Yusendra, SP., MM mengapresiasi para dosen yang aktif melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Dosen dituntut untuk mampu mengajar dengan baik dalam perkuliahan, selain itu juga harus aktif dan kreatif melakukan penelitian serta pengabdian masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Tujuan utama program pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat secara positif baik dalam peningkatan kemampuan SDM, sosial, dan ekonomi,” terangnya.

Ariza juga mengungkapkan, tahun ini Darmajaya berhasil memenangkan 25 hibah penelitian dan 10 hibah pengabdian masyarakat. Prestasi ini menunjukkan iklim penelitian dan pengabdian masyarakat di Kampus Darmajaya telah berjalan baik sesuai dengan status LP4M Darmajaya yang sejak 2014 masuk dalam kategori klaster Madya.

Source http://www.lampost.co http://www.lampost.co/berita-warga-sulap-sampah-jadi-kerajinan-tangan-bernilai-jual
Comments
Loading...