Kerajinan Daur Ulang Sampah Di Pekanbaru

0 206

Kerajinan Daur Ulang Sampah Di Pekanbaru

Ketika mendengar nama Dalang Collection kebanyakan asumsi orang akan langsung mengawang aktifitas seni yang memakai seorang dalang sebagai penceritanya, wayang.  Namun jangan salah, dalang disini bukanlah dalang yang membawakan kisah-kisah Mahabrata lewat acara pewayangannya. “Dalang adalah singkatan dari daur ulang”, ujar Sofya Seffen, penggagas sekaligus pemilik usaha daur ulang ini. Tambahan collection untuk mempercantik namanya, jelasnya lebih lanjut

Meskipun datang di hari libur, ternyata Dalang Collection tidak mengenal libur. “Karena kegiatan saya ini, di rumah, jadi hari liburpun tetap buka,” terangnya ramah. Sembari memilah-milah map yang terbuat dari plastik bekas minyak goreng kemasan, Sofya begitu sebutan akrabnya, menceritakan tentang Dalang Collection yang ternyata lebih dikenal di luar kota, “Bahkan kami sudah se-Sumatra,” katanya bangga. Sejak merintis kegiatan kemasyarakatan daur ulang sampah plastik awal 2007 lalu, dalang collection telah melalang buana, mulai dari Natuna, Pangkal Pinang, Jambi, Mentawai hingga ke Aceh.

“Bahkan, untuk beberapa instansi pemerintahan di Bukittinggi, setiap kali mengadakan kegiatan pelatihan atau seminar selalu menjadikan map plastik atau tas plastik daur ulang kami sebagai perlengkapan peserta,” ceritanya sambil menunjukkan tumpukan map dari plastik minyak goreng yang akan dikirim ke Bukittinggi. Ditanya tentang instansi pemerintah Pekanbaru sendiri. Sofya mengaku baru Dinas Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatera (PPES dulunya PPLH) yang menggunakan produk daur ulang ini, sebagai perlengkapan kantor.

Selain untuk dipakai sendiri, PPES juga mengunakan produk Dalang Collection untuk menjadi souvenir kepada tamu-tamu yang datang dari luar kota. “Jika mereka merasa tertarik sementara souvenir yang diberikan terbatas, mereka juga turut membelinya,” tambah Lina, panggilan akrabnya. Sebab PPES memang menyediakan tempat khusus untuk galeri Dalang Collection di kantor tersebut. Demi Para Pekerja, Sementara untuk pekerja sendiri, anggota Dalang Collection tidak hanya datang dari tetangga disekitar tempat tinggal Sofya, “mereka juga ada yang dari Panam, Kulim, pokoknya dari Pekanbaru,” ungkapnya.

Pekerjaan anggota dalang dibedakan sesuai dengan keahlian masing-masing. Ada yang ahli menganyam plastik, menjahit, dan mencuci bahan dasar. Upahnya pun dibedakan sesuai dengan pekerjaan. Misalnya mencuci bahan dasar plastik dihargai Rp4.000 per kilonya setelah bersih. Sementara untuk menjahit minimal Rp3.000  (tergantung ukuran dan kerumitan produk yang di jahit).

Source http://greenstudentjournalists.blogspot.co.id http://greenstudentjournalists.blogspot.co.id/2011/04/for-us-kisah-sang-dalang-di-bumi.html
Comments
Loading...