Kerajinan Dekorasi Cantik Dari Botol Di Beji

0 148

Kerajinan Dekorasi Cantik Dari Botol Di Beji

Usaha warga Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Riyanti PS Bonay patut diacungi jempol. Riyanti bisa mengubah botol bekas menjadi dekorasi cantik untuk hunian.

“Saya memproduksi recycle craft berbahan botol plastik, kaleng dan kertas. Kemudian bottle art dan paper plant atau kaktus berbahan dasar kertas,” ucapnya Riyanti.

Menurutnya, usaha Riyanti tersebut dimulai sejak tahun 2017. Namun, untuk kecintaannya dengan dunia craft sudah sejak lama. Hal itu didukung juga dengan lingkungan yang juga menyukai kerajinan tangan berbahan dasar limbah.

“Tetangga saya mengajak ke berbagai pameran kerajinan tangan, dari situ saya mulai menekuni dunia ini. Apalagi sejak mengetahui peminat botol hias belum banyak, saya selalu mengeksplore kemampuan dari tutorial di sosial media,” jelasnya.

Riyanti menuturkan, usaha pun terus berkembang hingga kini. Bahkan, dirinya juga mendapatkan peluang kerjasama dengan salah satu cafe di Jakarta untuk mendekorasi tampilan ruangannya. Dari situ Riyanti bisa mendapatkan limbah botol import tanpa kesulitan.

“Menghias botol dengan kain perca itu adalah hal yang unik dan ternyata responnya dan peluang usahanya  positif,” katanya.

Lebih lanjut, sambungnya, untuk penjualan retail, usahanya baru merintis hingga ke  pameran dan penjualan online. Tetapi melihat dukungan untuk pemanfaatan limbah khususnya recycle craft yang di fasilitasi Pemerintah kota (Pemkot) Depok, Riyanti pun merasa optimis.

Kemudian, untuk modal, bahan dasar botol didapatkan secara gratis. Dirinya menerapkan program membeli botol dengan botol. Masyarakat bisa menukarkan empat botol bekas dengan satu botol hiasan buatan Riyanti. Sedangkan untuk cat, lem dan varnish modal awalnya senilai Rp. 150 ribu.

Dalam sehari Riyanti bisa memproduksi 10 produk untuk botol berukuran 12 cm atau botol selai kecil. Sedangkan botol bekas minuman dengan ukuran 25-30 cm. Riyanti bisa memproduksi maksimal dua produk per hari dengan harga mulai dari Rp. 15 ribu hingga Rp. 150 ribu. Sedangkan, untuk pelatihan mulai dari Rp. 50 ribu per  orang, dengan minimal peserta sebanyak lima orang.

“Sejauh ini modal saya penuhi sendiri. Sebab saya belum berani menerima orderan, padahal peminatnya banyak, pemesannya bisa sampai 100 botol. Namun masih terkendala pengadaan botol dan tenaga kerja. Lalu untuk omzet per bulan mencapai Rp. 2.7 juta, baru ada peningkatan di bulan ketiga dari hasil pameran dan undangan memberikan pelatihan,” terangnya.

Riyanti menambahkan, usahanya tersebut lebih kepada memberi peluang untuk menambah penghasilan kepada masyarakat. Agar mereka memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar, mulai dari limbah dalam rumah. Hal tersebut juga merupakan  bagian dari upaya membantu melestarikan lingkungan.

“Harapan saya usaha ini bisa memberi contoh yang baik. Karena siapa saja bisa menggali potensi diri mereka. Untuk itu, tugas kita sebagai manusia hanya menebar kebaikan, berbagi manfaat untuk orang lain, berkarya terus tidak usah berpikir imbas baik apa yang akan diterima,” tutupnya.

Source https://www.depok.go.id https://www.depok.go.id/28/04/2017/01-berita-depok/warga-kemiri-muka-ubah-botol-bekas-jadi-dekorasi-cantik
Comments
Loading...