Kerajinan Desain Batik Di Situbondo

0 126

Kerajinan Desain Batik Di Situbondo

Memasuki tahun kunjungan wisata 2019, tak hanya jajaran pemerintah desa dan pemerintah kecamatan yang getol melakukan gagasan dan inovasi. Sejumlah warga Kota Santri Situbondo yang berada di pelosok desa juga tak mau kalah. Mereka tampak ramai ramai membuat sebuah inovasi pariwisata baru serta membuat program unggulan dan potensi desa.

Satu diantaranya adalah warga Kampung Curahguno, Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo yang dikenal dengan hasil pertanian tembakau Tambeng. Tembakau dengan kualitas bagus itu kini mulai dijadikan objek insiprasi beberapa warga di sana untuk menggeluti pengembangan baju batik.

Saat itu pagi masih tampak cerah. Matahari baru saja bangun di ufuk timur. Disisi lain banyak petani mulai berangkat bercocok tanam di sawah. Sebagian warga pedesaan yang ada di Kampung Curahguno Lubawang menaiki sepeda untuk sampai ke tempat pekerjaan. Hanya sedikit warga yang kelihatan menaiki motor. Suasana unik nan indah itu membangkitkan warga Kampung Curahguno untuk memulai aktivitasnya, yakni membatik kain dengan motif khas daun tembakau Tambeng.

Baru sekitar lima menit memulai, seorang pengrajin batik bernama Ny Tini membuka beberapa helai kain putih di halaman rumahnya. Dia mulai mengggelar di atas kayu bambu yang sudah dipotong-potong. Agar kain tergelar agak kencang di beberapa bagiannya diikat dengan tali khusus. Ada beberapa orang perempuan berseragam, mulai menggambar di atas kain batik khas Curahguno Lubawang Banyuglugur Situbondo. “Harus menggunakan kuas. Dan di atas dibentuk berbagai motif,” aku Ny Tini singkat.

Cerita Itu merupakan kegiatan membatik warga Kampung Curahguno Desa Lubawang. Di salah satu kampung di desa yang ada di Kecamatan Banyuglugur tersebut, kegiatan membatik selama setahun ini, mulai menggeliat. Kreativitas mereka bahkan sudah terjual sampai ke luar Kabupaten Situbondo. Kata Ny Tini, hasil membatik dengan warga di Kampungnya sudah banyak yang memesan. “Pelanggan ada yang dari Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Bondowoso dan Lumajang,” aku Ny Tini.

Pembuatan batik yang ada di Kampung Curahguno ini diungkap Samdiyono, salah satu penggagas bati daun tembakau Tambeng Situbondo. Dia mengakui warga setempat sudah mulai memiliki potensi yang sangat bervariasi. Samdiono mengatakan, batik yang dominan di kampungnya bermotif daun tembakau Tambeng. Samdiono mengaku, banyak warga menggambar dengan motif tersebut karena lebih mengasyikkan dan heboh. “Itu karena desa kami semua disini sudah dikenal dengan kawasan penghasil produksi tembakau bernama Tambeng,” ujar Samdiono bangga.

Masih kata Samdiyono, ketenaran hasil produksi pertanian tambakau Tambeng ini tidak hanya di dalam negeri. Akan tetapi, lanjut Samdiono, sudah lama merambah hingga pangsa pasar mancanegara. Bahkan, lanjutnya, hasil produksi tembakaunya sudah dikenali peminat dari Negeri Jiran Malaysia. “Khusus tembakau disini sudah lama kita kirim ke sana (Malaysia),” terang Samdiono.

Potret inilah yang membuat warga sekitar selanjutnya menggeluti bisnis membatik. Kata Samdiono, dalam motif batiknya, selalu ada gambar tembakau Tambeng, yang notabene merupakan ikon masyarakat Kecamatan Banyuglugur Situbondo. “Saya berharap kedepan nanti tidak hanya tembakau Tambeng yang dikenal luas masyarakat lokal dan dunia. Melainkan juga hasil kain batik dengan motif tembakau tambeng ini bisa juga dikenal dunia,” tambah Samdiono.

Samdiono yang dikenal sebagai pembatik skses di Banyuglugur itu dieknal sebagai penggagas kegiatan membatik tersebut di wilayah barat Situbondo. Bahkan Samdiono setiap hari terus mengajak masyarakat untuk membumikan hasil karaya kain batik khas Banyuglugur Situbondo. Dia menandaskan, pada awalnya banyak warga yang tidak berminat untuk ikut terjun membatik kain khas daun tembakau Tambeng. “Tetapi ternyata lama kelamaan, banyak juga warga disini yang kesemsem untuk menekuni batik. Padahal dahulu banyak warga yang lebih tertarik untuk bertani,” ingat Samdiono.

Pria paro baya itu menuturkan, dengan banyaknya warga yang ikut membatik akan menambah taraf ekonomi masyarakat setempat kian meningkat. Saat ini saja, katanya, hampir separo warga di kampungnya yang ikut menggeluti dunia membatik. “Bahkan, saat ini sudah terbentuk kelompok batik. Perkembangan ini cukup lumayan karena bisa menambah kebutuhan ibu rumah tangga yang bergabung dalam kelompok di sini,” katanya.
Adanya perkembangan positif ini, diakui Samdiono, juga tidak lepas dari pendampingan dari pemerintah. Dia mengaku, setelah melihat geliat kegiatan membatik meningkat, kini pemerintah mulai memberikan pendampingan berupa pelatihan. “Pelatihannya tidak lama, tetapi warga disini banyak yang sudah mahir dalam membatik kain,” jelasnya.

Kini, lanjut Samdiono, warga juga sudah banyak yang sudah mandiri dalam membatik kain. Mereka bahkan banyak yang lihai dalam berkreasi dengan berbagai motif tembakau Tambeng yang lebih mendominasi. Ternyata pemandangan ini menjadi daya tarik kegiatan membatik di desa lain yang terletak di daerah pegunungan wilayah barat Situbondo. “Saya berharap, kegiatan membatik di sini bisa berkembang pesat. Sehingga Kampung Curahguno dapat memberikan kontiribusi besar bagi majunya industri batik di Kabupaten Situbondo kedepan,” pungkasnya.

Source http://harianbhirawa.com http://harianbhirawa.com/2019/01/cerita-kekompakan-warga-desa-lubawang-saat-membatik-kain/
Comments
Loading...