Kerajinan Dupa Di Malang

0 206

Kerajinan Dupa Di Malang

Jelang Hari Raya Imlek yang jatuh pada hari Jumat 16 Februari 2018 mendatang, produsen duparatus/Dupa ketiban untung. Pundi-pundi rupiah pun berhasil mereka raup setelah permintaan dupa sebagai alat utama sembahyang bagi umat Konghucu, meningkat tajam lebih dari 50 persen.

Hal itu seperti dituturkan Adi Tiswoyo, salah satu produsen dupa di Dusun Bedali, Desa Bedalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

“Kalau menjelang imlek biasanya ada kenaikan harga dan permintaan. Biasanya kita jual Rp 25 ribu per kilogram. Tapi kalau hari biasa harga dipasaran sekitar Rp 20 ribu per kilogram dupa,” ungkap Tiswoyo.

Menurutnya, permintaan dupa ke luar kota pada hari-hari biasa per minggunya paling banyak mencapai 14 ton. Jelang imlek tahun ini, permintaan sudah mengalami kenaikan hingga mencapai 50 persen lebih atau 30 ton per minggunya.

“Saat imlek mengalami kenaikan 50 persen. Permintaan tertinggi biasanya datang dari Bali, Singkawang Kalimantan Barat, Pematang Siantar dan Jakarta. Kita kirim kesana karena permintaan di kota tersebut cukup tinggi,” bebernya.

Tiswoyo melanjutkan, meski kondisi cuaca kerap hujan, produsen dupa tidak khawatir lantaran saat ini, sejumlah produsen sudah memiliki alat pengeringan dupa.

“Soal cuaca tidak menjadi kendala, karena terbantu pengeringan dengan oven. Sentara dupa yang kita jual ada juga dupa khusus import berwarna merah dan natural,” terangnya.

Tiswoyo menambahkan, bahan bahan yang dibutuhkan dalam produksi dupa miliknya, terbuat dari serbu kayu. Kayu yang digunakan dapat dari kayu cendana, kamper, batok kelapa atau kayu lain yang sifatnya mudah terbakar.

Serbuk kayu harus diayak lebih dulu agar didapat hasil yang halus. Serbuk kayu dapat diperoleh di tempat usaha penggergajian kayu. Sementara untuk pewangi alami, dapat ditambah dengan serbuk bunga kering. Bunga yang telah dijemur sampai kering kemudian ditumbuk hingga halus dan dicampurkan kedalam serbuk pengisi.

Source https://nasional.inilah.com https://nasional.inilah.com/read/detail/2434576/jelang-imlek-produsen-dupa-panen
Comments
Loading...