Kerajinan Eceng Gondok Di Aceh Barat Daya

0 216

Kerajinan Eceng Gondok Di Aceh Barat Daya

Sekitar 30 meter dari jalan Letkol BB Jalal di gampong Durian Rampak, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya) terlihat sebuah pamplet bertuliskan Koperasi Kerajinan Bungong Crount. Koperasi ini berupa bangunan berukuran 5×2 meter.

Tidak ada dinding yang mengelilingi bangunan tersebut. Sehingga saat ada yang datang langsung bisa melihat tumpukan gulma eceng gondok kering. Gulma ini ada yang telah diwarnai, bahkan ada yang telah dianyam seperti rambut kepang.

Saban harinya, koperasi ini dikunjungi oleh sekitar 20 ibu-ibu dari gampong setempat. Mereka berkumpul sembari merangkai bungong crount menjadi kerajinan tangan yang unik dan cantik, seperti tas dan kursi.

“Kami membangun usaha kerajinan ini memang banyak sekali kesedihan. Apalagi bahan baku yang kami gunakan tersebut itu menurut orang lain barang terbuang dan tidak bermanfaat, kotor, jijik serta bau,” ujar Nur Aini, salah satu pengrajin di Koperasi Bungong Crount.

Tekad kuat membuat sindiran beberapa orang kepada sekumpulan wanita ini berubah saat mereka berhasil merubah gulma tersebut menjadi produk berharga.

Sementara menurut keterangan Ketua Koperasi Bungong Crount, dari awal terbentuknya koperasi ini mereka telah mengikuti pameran di beberapa kabupaten serta diluar Aceh. Diantaranya Aceh Tamiang, Banda Aceh, Gayo Lues dan Jakarta.

Koperasi ini juga pernah mendapat juara I di Banda Aceh mewakili kabupaten Aceh Barat Daya pada event Gugus Kendali Mutu (GKM), pada tahun 2011.

Selama ini, kata dia, pihaknya dibimbing dan didanai oleh Disperindagkop Kabupaten Aceh Barat Daya. “Sehingga kami bisa berkembang dan terus mengeluarkan produk kerajinan. Walau sampai saat ini kami belum memiliki kedai pemasaran di Abdya, tapi di Dekranas kami ada meletakkan barang kami di sana.”

Selama ini, kata dia, jika ada yang pesan langsung membelinya ke koperasi tersebut. Barang-barang yang dijual tersebut harganya bervariasi. Mulai dari Rp25 ribu untuk sebuah tas hingga Rp4 juta untuk kursi yang terbuat dari bungong crount.

“Sekarang ini barang kami masih di luar karena dibawa oleh ibu bupati yang mengikuti jambore di Banda Aceh,” ujar dia.

Dia berharap agar Pemerintah Aceh Barat Daya selalu membimbing mereka untuk terus melangkah maju dalam kerajinan bungong crount ini.

Source http://sumaterapost.com http://sumaterapost.com/berita1/Wah-Hasil-Kerajinan-Kaum-Ibu-di-Susoh-Ini-Terbuat-dari-Eceng-Gondok-32716
Comments
Loading...