Kerajinan Eceng Gondok Di Agam

0 355

Kerajinan Eceng Gondok Di Agam

Deswita dan Rosmayanti, warga Tanjuang Batuang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, memanfaatkan tanaman eceng gondok menjadi bahan baku kerajinan. Sebelumnya, tanaman di Danau Maninjau itu menjadi masalah bagi nelayan, karena menjadi sampah dan menghalangi jalan.

Dengan menggunakan biduk, keduanya memilih eceng gondok yang agak tua. Kemudian bagian batangnya dijemur hingga kering selama dua minggu. Setelah itu, tanaman itu pun dikreasikan menjadi tas atau sandal. Sandal eceng gondok dijual dengan harga mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu, tergantung model dan ukuran.

Deswita dan Rosmayanti telah menjalani usaha itu selama dua tahun ini. Sejauh ini, mereka menghadapi sejumlah kendala, seperti peralatan dan pengawet eceng gondok. Padahal, mereka bertekad akan menjadikan kreasinya itu sebagai kerajinan khas Danau Maninjau.

Cara Pembuatan Kerajinan Eceng Gondok

Cara membuatnya sederhana, tapi diperlukan ketelatenan dan ketelitian. Limbah eceng gondok yang telah diangkat, terlebih dulu dipotong daunnya kemudian dibuang. Lalu, batang eceng gondok dijemur terlebih dulu sekira satu bulan. Tetapi pada musim hujan, proses penjemuran ini harus dilakukan sekira dua bulan. Kemudian, beberapa batang eceng gondok tersebut di-press, dan beberapa lainnya tidak perlu. Hal itu diperlukan untuk variasi dalam anyamannya nanti. Batang yang telah dijemur tersebut kemudian dipotong dan dianyam. Kemudian dikreasikan sesuai keinginan.

Source http://news.liputan6.com http://news.liputan6.com/read/354988/eceng-gondok-kerajinan-khas-danau-maninjau
Comments
Loading...