Kerajinan Emas Di Bombana

0 309

Kerajinan Emas Di Bombana

Harga emas murni produk hasil dulangan warga di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencapai Rp255.000 per gram atau mengalami kenaikan dibanding beberapa pekan sebelumnya yang hanya mencapai Rp245.000 per gram.

“Harga penjualan emas murni Bombana itu merupakan harga tertinggi sepanjang aktivitas transaksi pembelian emas di Kota Kendari,” kata Ridwan, pembeli yang juga pengrajin emas, di kawasan pusat penjualan emas di Kota Kendar.

Menurut Ridwan, tingginya harga pembelian emas Bombana produk hasil dulangan masyarakat itu sekaligus untuk menyaingi para pembeli emas dari luar Sultra yang sudah `menjamur` dan langsung membeli di lokasi pendulangan emas yang jaraknya lebih dari 200 Km dari arah selatan kota Kendari.

Padahal, harga penjualan emas perhiasan kini hanya berkisar Rp295.000 – Rp300.000 per gram untuk emas jenis 23 karat dan Rp250.000 – Rp255.000 untuk emas perhiasan jenis 22 karat.

Para pedagang emas di Kota Kendari sengaja menaikkan harga pembelian emas produk Bombana itu karena dari segi kualitas emasnya, sudah tidak perlu diragukan lagi baik kadar keasliannya maupun mutu emas itu sendiri.

“Rata-rata produk emas Bombana tingkat kadar keaslian di atas 90 persen. oleh karena itu, bila masyarakat menawarkan hasil dulangannya langsung kami beli.”

Salah seorang warga pendulang emas Bombana asal Kota Kendari, La Meri mengatakan, dengan melihat tingginya harga pembelian emas di tingkat pedagang membuat dirinya terus bergairah untuk mencari barang bernilai tinggi tersebut.

Ia mengatakan, dalam kondisi seperti saat ini, rata-rata setiap kelompok pendulang emas bisa memperoleh emas murni sebanyak 5-10 gram per hari (satu kelompok terdiri dari 4-7 orang).

Artinya dengan harga emas murni mencapai Rp255.000 per geram di kali 10 gram dan dibagi tujuh orang orang maka setiap orang bisa menghasilkan uang antara Rp350.000-Rp400.000 per orang per hari.

Dengan penghasilan yang cukup tinggi diperoleh para pendulang emas menyebabkan para tukang ojek, buruh bangunan, petani dan nelayan banyak yang beralih profesi menjadi pendulang, sehingga tidak heran harga ikan dan sayuran di pasaran cukup mahal dan pekerja buruh bangunan sangat susah dicari oleh para kontraktor

Source https://www.merdeka.com https://www.merdeka.com/uang/emas-bombana-capai-harga-tertinggi-nxdiky1.html
Comments
Loading...