Kerajinan Flat Shoes Karya Mahasiswa UINSA Di Surabaya

0 319

Kerajinan Flat Shoes Karya Mahasiswa UINSA Di Surabaya

Berawal dari kain perca bahan sepatu, Afifa menyulapnya menjadi flat shoes, atau sepatu wanita tanpa hak. Tak disangka, kreasinya ini ternyata laku dijual. Afifa awalnya bukanlah pengrajin sepatu. Bahkan, sampai sekarang dia tercatat sebagai mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya jurusan Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah. Maka, menjadi pengrajin sepatu ini adalah ‘sambilan’ yang menjanjikan.

Bakat membuat sepatu didapat dari sang bapak dan ibu, Usman-Munayah yang memang pengrajin sepatu. Dari sisa-sisa bahan sepatu UKM sang bapak itulah dimanfaatkan oleh Afifa.

“Sisa bahan dari Bapak itu mampu dibikin sekitaran 3 sepatu saja. Padahal, Bapak membuat sepatu untuk kodian. Karenanya, sisa bahan itu saya manfaatkan untuk membikin sepatu yang dijual bijian,” kata Afifa, di  Jl Wonocolo gang IAIN, Surabaya.

Awalnya, dia hanya menawarkan sepatu-sepatu bikinannya ke teman-teman kuliah. Dia memaparkan jika home industri milik orang tuanya sudah berdiri sekitar tahun 90-an. Katanya, selama ini sepatu yang diproduksi orang tuanya modelnya biasa dan dijual secara grosir di Pasar Grosir Surabaya (PGS). Sedangkan sisa kain tersebut tak dapat dijual, akhirnya ia desain dan dijual sendiri ke teman-temanya.

Karenanya, bakat dia semakin terasah ketika era digital mengenalkan penjualan online. Awalnya Afifa memasarkan produknya secara online. Seluruh isi kontak yang ada di Hp-nya dan dan lingkungan sekitar menjadi sasarannya.

 

“Semenjak boomingnya instagram mulai buka toko online, shafastore_id,” tambahnya. Kata dia, para konsumen awalnya meminta model sendiri. Lalu ia mencoba googling, dari situ ia terinspirasi model flat shoes lain lalu ia kembangkan sesuai pesanan pelanggan. “Cuma gak persis, kadang-kadang polosan,” tambah dia.

Selain untuk membayar kuliah, ia juga turut membantu memberikan job pada masyarakat sekitar. Meski disambi dengan kuliah, ia masih bisa mampu meraup omzet sekitar Rp 5,6 juta per bulan. “Pembeli rata-rata berdomisili di Jawa Tengah dan Jawa Barat,” kata dia. Dalam seminggu paling sedikit orderan 20 pasang sepatu, kadang juga 150 pasang dari berbagai kota.

Model flat shoes dengan model casual dan pemilihan warna-warna soft banyak diminati kalangan mahasiswa dan anak SMA. Selain itu, model flat shoes yang didesain Afifa, dijual dengan harga murah dan terjangkau untuk kantong pelajar atau mahasiswa.

Satu pasang sepatu ia bandrol Rp 35 ribu. Jika beli 3 pasang, ia memberikan diskon 15 ribu sehingga hanya perlu membayar Rp 90 ribu. Bahkan pembelian di atas 12 pasang akan mendapat harga khusus.

Dalam satu model maksimal tiga warna yang ia buat. Sedangkan dalam setahun ia mampu membuat 30 model yang berbeda. “Saya gak terlalu memikirkan tren model sepatu, tapi saya menjamin sepatu produk saya kekuatan pada lem, itu bedanya,” katanya. Ia menjelaskan jika produk flat shoes identik model dewasa dan tidak glamor. “Flat shoes itu untuk gaya yang simple, nyaman dan warna-warna soft. Karena pangsa pasar saya adalah kalangan mahasiswa,” ujarnya.

Saat ini, ia mempunyai 15 sampai 20 reseller (agen), dan dia mempunyai 9 karyawan. Rinciannya, 2 tukang jahit, 2 tukan oven, 1 bagian ngesol, 1 bagian memberikan alas, 2 kurir, sedangkan untuk membuat desain sepatu ia kerjakan sendiri. Dalam satu minggu hanya satu kali pengiriman, biasanya akhir pekan. Tak jarang, pelanggan yang sudah memesan sering membatalkan pesanan. “Dalam 20 chat, 9 yang membatalkan,” kata dia.

Source https://www.bangsaonline.com https://www.bangsaonline.com/berita/40792/afifa-mahasiswi-uinsa-yang-sukses-jadi-pelaku-ukm-sepatu
Comments
Loading...