Kerajinan Foto Kartun Di Kalimantan Barat

0 88

Kerajinan Foto Kartun Di Kalimantan Barat

Bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) tidak menutup bakat usaha yang dimiliki setiap orang. Bukan usaha yang merugikan negara, melainkan bisnis yang memberikan tambahan uang saku untuk kehidupan sehari-harinya.

Seperti yang dilakukan oleh William Yanuar Adam. Pria berusia 24 tahun ini menyulap keahliannya menjadi pundi-pundi rupiah yang lumayan setiap bulannya.

PNS Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang melayani wilayah perbatasan di Entikong, Kalimantan Barat ini menawarkan usaha jasa edit foto biasa menjadi tampilan kartun. Usahanya diberi nama KartunWajah.

Dia menceritakan, saat masih mengecap bangku kuliah, dirinya sering berselancar di internet dan menemukan gambar kartun yang sangat diminati. Gambar kartun tersebut merupakan hasil seni vector.

“Lalu saya belajar otodidak dengan materi dari Youtube dan grup Facebook sehingga ini menjadi hobi baru saya,” kata dia.

Dari jerih payahnya belajar seni vektor ini, akhirnya William menawarkan jasa edit kepada teman-temannya. Semangat menawarkan jasa edit ini pun semakin gencar ketika tahu bahwa usahanya masih sangat jarang di Indonesia. Bahkan, dirinya memanfaatkan jaringan pertemanan di media sosial untuk menawarkan jasanya.

“Aktivitas saya waktu itu Januari 2016 adalah kuliah, saya mengerjakannya di waktu luang di luar kegiatan kampus dan belajar,” ujar dia.


Setelah lulus dan menjadi PNS Ditjen Bea dan Cukai, hobi baru yang menjadi usaha ini pun semakin digeluti meskipun hanya sebagai sampingan. Wilayah Entikong yang masih minim hiburan, menjadi salah satu alasan dirinya menghabiskan waktu ketika libur.

“Di sini tidak ada tempat nonton bioskop, mall, dan lain-lain. Sehingga saya menyibukkan diri dengan menjalankan salah satu hobi saya menggambar kartun sebagai tambahan uang tabungan saja,” jelas dia.

Pada tahun 2016, William hanya mengeluarkan modal sebesar Rp 2,5 juta yang berasal dari orang tuanya. Modal tersebut untuk membeli laptop bekas. Memanfaatkan jaringan internet gratis (WiFi) di kos-kosannya, William mulai menjalankan bisnisnya dengan menawarkan ke teman-teman dekatnya dengan penghasilan pada saat itu sekitar Rp 300-500 ribu per bulan.

Sambil belajar dan terus mengasah kemampuan menguasai seni vektor ini, akhirnya William memanfaatkan media sosial sebagai lapak usahanya di tahun 2018.

Lapak di media sosial seperti Instagram, membawa jasanya sampai ke luar negeri. Dia mengaku, sudah pernah menerima pesanan mengedit foto dari warga Bangladesh, Pakistan, Israel, India, dan Amerika Serikat (AS).

Tidak hanya itu, usaha jasanya pun kini telah dikerjasamakan dengan orang lain. Contohnya, para penjual bantal gambar, cetakan frame. Dari hobinya tersebut, kini William mampu mencatatkan omzet sekitar Rp 3-3,5 juta per bulannya.

Jasa edit yang dijualnya ini dihargai untuk domestik Rp 30-50 ribu untuk foto wajah. Sedangkan internasional sekitar US$ 5-15 per satu foto. Foto yang paling banyak diedit oleh dirinya adalah tema wisuda, hadiah ulang tahun, hadiah anniversary (couple), serta foto untuk profil sosial media.

Adapun, lamanya waktu produksi untuk satu foto bisa diselesaikan selama tiga hari, ini dikarenakan William selalu mengerjakan pesanan di luar jam kerja utamanya sebagai PNS. Pembeli juga diberikan satu kali kesempatan untuk merevisi jika tidak sesuai keinginan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Kalau lagi aktif ngiklan dan ramai ya bisa sampe Rp 3-3,5 juta per bulan. Kalau lagi santai biasa sih Rp 1-1,5 juta per bulan,” kata dia.

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/solusiukm/d-4449140/pns-bea-cukai-kantongi-jutaan-rupiah-bikin-foto-jadi-kartun
Comments
Loading...