Kerajinan Furniture Alumunium Di Solok

Jpeg
0 347

Kerajinan Furniture Alumunium Di Solok

Ditengah lesunya iklim ekonomi di tanah air telah berdampak besar terhadap menurunnya daya beli masyarakat terhadap sejumlah produk seperti furniture dan properti berbahan kayu. Namun demikian, hal itu ternyata tidak berpengaruh terhadap produk kerajinan alumunium dan kaca. Kerajinan yang banyak menghasilkan produk seperti lemari pajangan, rak piring, etalase, gerobak, kusen pintu dan jendela ini bahkan kian menggiurkan dengan omzet ratusan juta rupiah setiap bulannya.

Nofi Hendra, pengusaha dan pengrajin furniture berbahan alumunium yang berada di kawasan Simpang Empat Asam Jao, Jorong Subarang Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok ini salah satunya. Nofi mengungkapkan, toko Hary Alumunium Bersaudara (HAB) miliknya selalu kebanjiran order pesanan dari pelanggan. Meski sudah memanfaatkan tenaga 14 orang karyawan, namun ia tetap saja belum mampu memenuhi pesanan pelanggan yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat hingga Provinsi tetangga.

Setiap hari, kata Nofi, rata-rata pihaknya mampu memproduksi 10 unit barang furniture seperti lemari rak piring, etalase, gerobak dan lainnya. Dengan rata-rata produksi 1 unit, 2 jam yang dikerjakan oleh 2 orang pekerja. Usaha yang dirintisnya sejak tahun 2010 silam di Kotobaru Solok ini merupakan pengembangan dari orang tuanya yang juga memiliki kegiatan usaha yang sama, namun sebelumnya berada di Kota Padang.

Dalam dua tahun pertama, diakui Nofi memang belum terlihat kemajuan yang signifikan karena saat itu masih tahap merintis. Kemudian, tahun-tahun berikutnya usaha dengan keahlian otodidak ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dengan rata-rata pertumbuhan minimal 150 persen per tahun.

Nofi menceritakan, produk yang dihasilkan dari usaha kerajinan alumunium dan kaca ini memiliki beragam keunggulan diantaranya tahan karat, tahan rayap, kokoh dan ringan dibandingkan produk berbahan kayu. Sedangkan untuk harga, juga relatif murah yaitu dengan kisaran antara Rp. 300 ribu hingga Rp. 13 juta per unit, tergantung model dan ukuran produk. “Target pasar kita adalah kalangan menengah ke bawah,” sebut Nofi yang mengaku tidak pernah kesulitan bahan baku ini.

Lanjut Nofi, banyak faktor yang membuatnya bisa bertahan dan berkembang sampai sejauh ini. Faktor itu seperti kualitas produk yang dihasilkan dan selalu berinovasi dengan model terbaru, serta kejujuran dalam menjalankan usaha. Sehingga bisa mendapat kepercayaan dari supplier barang dan perbankan dalam menunjang permodalan.

Selain itu kata dia dibutuhkan kerja keras dan keuletan dalam menyelesaikan setiap pesanan dari konsumen. Sedangkan untuk menjaga loyalitas para karyawannya, pihaknya memegan prinsip menjadi kan karyawan sebagai bagian dari keluarga dengan memberikan kepercayaan. Untuk karyawan baru saja, pihaknya bisa menggaji terbawah sebesar Rp. 1,6 juta setiap bulannya. Bahkan untuk karyawan lama ada yang digaji sampai Rp. 18 Juta per bulan.

Berkat kegigihannya, Nofi kini telah mulai mengembangkan usaha (ekspansi) ke sub bidang lainnya seperti pemasangan baja ringan, ACP dan plafon PVC. “Dalam dunia usaha, kita harus jeli menangkap peluang pasar, dan selalu berinovasi dengan produk terbaru,” pungkasnya.

Source https://www.kabarsumbar.com https://www.kabarsumbar.com/berita/bisnis-furniture-alumunium-semakin-menggiurkan/
Comments
Loading...