Kerajinan Furniture Bambu Di Langkat

0 269

Kerajinan Furniture Bambu Di Langkat

Perabotan berbahan baku bambu  ternyata tidak kalah mutu dengan perabotan berbahan kayu. Sofa dan kursi bambu hingga kini masih diminati sejumlah kalangan untuk mengisi ruangan tamu dan ruang belakang serta beranda dan teras-teras rumah.

Apalagi, seni dari bambu di zaman serba modern ini masih menghiasi dunia budaya dan seni di negeri nusantara. Selain antik dan sederhana, perabotan dari bambu tidak kalah ketahanannya dibanding perabotan dari kayu. Apalagi, kayu saat ini mutunya tidak berkelas, sehingga cepat rapuh dan keropos.

Contohnya, kursi bambu yang diproduksi di Kota Binjai, Langkat, Sumatera Utara pemasarannya cukup mudah. Pembuatnya sudah memiliki pelanggan sebagai pemasarannya. Kursi-kursi bambu yang banyak dijual di toko perabotan di Medan, itu merupakan hasil kerajinan dari Binjai. Tak heran, jika produknya sudah menempati pasar Eropa.

Pencinta produk kerajinan dan seni dari Eropa seperti Belanda, Jerman, Siprus dan Cheko sejak tahun 1995 hingga saat ini masih memilih produk industri kerajinan kursi antik dan sopa berbahan baku bambu dari Kota Binjai Sumatera Utara. Sofa dan kursi bambu ini memiliki nilai seni dan keunikan tersendiri dari penggemarnya, desainnya juga telah ditata unik oleh pembuatnya sesuai pesanan, ungkap Ijon dan Sofyan, pemilik usaha kerajinan perabotan bambu di Jalan Letjend Sutoyo kecamatan Binjai Barat Kota Binjai.

Produk dari bambu yang mereka hasilkan sudah terkenal di mancanegara, produksinya mampu menembus pasar Eropa sejak tahun 1995 dengan dasar promosi pasar bebas. Kursi dan sofa bambu Kota Binjai dikenal, karena produknya sering disaksikan turis dari Eropa yang berkunjung ke Bukit Lawang. Sebelum tiba di kawasan Bohorok yang merupakan obyek wisata alam, turis-turis Eropa ini banyak melihat produk-produk yang unik terbuat dari bambu di Kota Binjai dan Bukit Lawang.

Ijon menceritakan, setiap harinya sentra industri yang dikelolalnya mampu memproduksi lima set kursi bambu dengan berbagai bentuk. Artinya, setiap setnya terdiri satu kursi panjang, tiga kursi pendek dan satu meja dengan menampung puluhan pekerja.

Untuk pekerjaan setiap setnya, para pekerja mengambil upah borong, Dalam satu set bisa dikerjakan satu orang dalam waktu paling lambat tiga hari mulai dari merakit hingga siap. Jenis bambu yang diproduksi untuk bahan pesanan, sengaja dipilih bambu yang berkualitas dan berkulit hitam untuk jenis produk kursi dan sofa hitam. Sedangkan untuk warna, bambu tersebut dikupas kulitnya dan ditaburi zat pewarna sebelum dipoles mengkilat dengan serlac atau melamix.

Setiap setnya, kata Sofyan, jenis kursi bambu hitam dijual Rp 750.000-Rp 1 juta. Khusus satu kursi panjang seharga Rp 350.000 – Rp 600.000/set. Sedangkan untuk kursi bambu kupas per set dijual Rp 650.000-Rp 800.000. Selama lebih dari sepuluh tahun usaha yang ditekuni tidak ada keluhan tentang pemasaran. Kursi dan sofa bambu ini sudah memiliki pangsa pasar dan tidak melalui marketing khusus.

Source http://www.medanbisnisdaily.com http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/07/29/312784/perabotan_bambu_yang_tak_kalah_mutu/
Comments
Loading...